Senin, Juni 1, 2026

BPS: Ekonomi Indonesia Naik 5,17 Persen di Triwulan III/2018

Must Read

Moneter.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia di triwulan III/2018
meningkat 5,17% secara tahunan (year-on-year). Pencapaian ini tumbuh dari
periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,06% (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan pertumbuhan ekonomi secara
kumulatif dari triwulan I/2018 hingga triwulan III/2018 tumbuh sebesar 5,17%
(yoy).

“Masih ada satu triwulan lagi untuk 2018, kalau bisa bagus maka
pertumbuhan ekonomi selama satu tahun juga bisa bagus,” ucapnya, Senin
(5/11).

Dia menyebutkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi triwulan
III/2018 sebesar 5,17% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan III/2016 yang
tercatat 5,03% dan triwulan III/2015 4,78%.

Dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi
untuk triwulan III/2018 berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 2,69%
disusul pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 2,24%, dan konsumsi pemerintah
0,48%.

Defisit neraca perdagangan yang masih terjadi menyebabkan net
ekspor memberikan konstribusi negatif 1,10% terhadap pertumbuhan PDB triwulan
III/2018.

Komponen sisi pengeluaran yang mengalami pertumbuhan
tertinggi yaitu pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah
tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,54% karena dimulainya tahapan pemilihan umum
serentak.

Sementara dari sisi produksi, sumber pertumbuhan ekonomi
tertinggi untuk triwulan III/2018 berasal dari industri pengolahan sebesar 0,91%
disusul perdagangan 0,69%, konstruksi 0,57%, dan pertanian 0,49%.

Pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha di mana yang
tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,19% disusul
informasi dan komunikasi 8,98%, dan jasa perusahaan 8,67%.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III/2018
didominasi oleh kelompok provinsi di Jawa dan Sumatera. Jawa memberikan
kontribusi terbesar terhadap PDB, yakni sebesar 58,57%, diikuti oleh Sumatera
sebesar 21,53%, dan Kalimantan 8,07%.

“Indonesia Timur tumbuh lebih tinggi, Maluku dan Papua
6,87% (kontribusi 2,51%) dan Sulawesi 6,74% (6,28%),” pungkasnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

IESR Ungkap Tiga Model Prioritas Sukseskan Program PLTS 100 GW

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img