Moneter.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Provinsi Riau mengalami
surplus sebesar 8,76 miliar dolar AS pada Januari-Oktober 2019.
“Ini dipicu oleh surplus sektor non migas (minyak dan gas) sebesar 8,28
miliar dolar AS,” kata Kepala BPS Riau, Misfaruddin dilansir Antara, Jumat
(27/12).
Jelas Misfaruddin, dari sisi volume perdagangan, periode Januari-Oktober 2019
mengalami surplus sebesar 16.102,21 ribu ton didorong oleh surplus volume
perdagangan sektor nonmigas sebesar 15.030,71 ribu ton dan sektor migas sebesar
1.071,50 ribu ton.
Data terakhir BPS menunjukkan neraca perdagangan atau neraca ekspor impor
Provinsi Riau bulan Oktober 2019 mengalami surplus sebesar 982,02 juta dolar AS
yang dipicu oleh surplus pada sektor non migas sebesar 971,03 juta dolar AS dan
sektor migas sebesar 10,99 juta dolar AS.
Dari sisi volume perdagangan, pada bulan Oktober 2019 Neraca Perdagangan
Provinsi Riau mengalami surplus sebesar 2.033,18 ribu ton.
“Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor
non migas sebesar 2.008,28 ribu ton dan sektor migas sebesar 24,91 ribu
ton,” ujarnya.
Ia menambahkan ekspor yang berasal dari Provinsi Riau pada periode
Januari-Oktober 2019 lebih banyak ke pasar negara China atau Tiongkok dengan
nilai 1,71 miliar dolar AS.
Ekspor nonmigas ke 10 negara tujuan utama memberikan kontribusi sebesar 64,58%
terhadap total nilai ekspor nonmigas Riau. Secara kumulatif nilai ekspor Riau
Januari-Oktober 2019 sebesar 10,02 miliar dolar AS.
“Dari 10 negara tujuan utama, lima di antaranya memberikan kontribusi
terbesar, Tiongkok (China) paling besar mencapai 1,71 miliar dolar AS atau
18,20% dari total ekspor,” kata Misfaruddin.




