Moneter.id –
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN kembali dipercaya pemerintah
melalui Kementerian Keuangan untuk menjadi bank penyalur dana program Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp10 triliun.
“Bank BTN akan memfokuskan penyaluran dana tersebut ke
sektor pembiayaan perumahan sehingga dapat menyediakan rumah yang menjadi
kebutuhan mendesak terutama di masa pandemi,” kata Direktur Utama Bank BTN,
Haru Koesmahargyo di Jakarta, Selasa (8/6).
Dengan fokus pada sektor perumahan, lanjut Haru,
diyakini juga dapat mendongkrak perekonomian nasional. Pasalnya, sektor
perumahan dapat memberikan daya ungkit bagi 174 industri terkait.
Sementara itu, secara total, Bank BTN telah
menyalurkan kredit PEN per Mei 2021 senilai Rp54,41 triliun. Jika dirinci, pada
penempatan periode pertama dan kedua, Bank BTN telah menyalurkan dana PEN
tersebut kepada 108 ribu debitur dengan nominal mencapai Rp36,6 triliun per 31
Desember 2020.
Mayoritas penyaluran kredit bermuara pada sektor
perumahan atau mencapai 85% dari portofolio. Dana PEN tersebut juga disalurkan
dalam bentuk kredit ke 33 provinsi di Indonesia.
Untuk penempatan dana PEN tahap ketiga telah
disalurkan Bank BTN kepada lebih dari 53 ribu debitur dengan total kredit
sekitar Rp17,81 triliun per 4 Mei 2021. Dari total penyaluran kredit tersebut,
sebanyak 93% disalurkan ke sektor perumahan.
“BTN akan terus berfokus pada penyaluran KPR di
luar Jakarta untuk meningkatkan pemulihan ekonomi di luar ibukota negara.
Adapun, Bank BTN mencatat sebanyak 82% dari total kredit disalurkan di luar
Jakarta,” tutup Haru.




