Moneter.id – PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) klaim telah mengucurkan Rp195
triliun Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan Rp111 triliun di antaranya
merupakan KPR bersubsidi.
“Sampai saat ini lebih dari Rp195
triliun KPR yang dimiliki BTN, sekitar Rp111 triliun bersubsidi dan sisanya non
subsidi. Ini tentunya merupakan indikator bahwa BTN memang terbukti fokus pada
penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama BTN
Pahala Mansury, Minggu (2/2/2020).
Katanya,
kepemilikan rumah merupakan salah satu cara masyarakat untuk memiliki aset yang
memiliki peluang apresiasi nilai berlipat ganda pada masa yang akan datang. KPR
juga menjadi instrumen bagi masyarakat untuk mengurangi pengeluaran yang
konsumtif.
“Kita berharap masyarakat juga perlu
edukasi, didorong dan dipastikan bahwa pendapatan yang mereka miliki bukan
hanya digunakan untuk kebutuhan yang konsumtif saja, namun betul-betul bisa
diinvestasikan, bisa juga ditabung dan sebagian juga untuk bisa memiliki aset
yang nilainya berlipat-lipat di masa datang,” ujarnya.
Sebagai bank yang memiliki pangsa pasar di
atas 90 persen untuk perumahan bersubsidi secara nasional, Pahala mengatakan,
BTN juga memastikan kualitas pengembang (developer)
agar memberikan kenyamanan kepada konsumen.
“Kita berharap developer yang memperoleh pendanaan dari BTN betul-betul berkinerja
baik, rasio kredit bermasalah (Non
Performing Loan/NPL) juga rendah dan juga kualitas bangunan atau huniannya
baik serta fasilitas umumnya menunjang, sehingga memberikan manfaat yang
optimal bagi para warganya,” ujar Pahala.
Perseroan berkomitmen menjadi mitra
pemerintah dalam program sejuta rumah dengan membuat bisnis yang inovatif
dengan mengoptimalkan analisis big data
sehingga mampu mendorong pertumbuhan dana murah, transaksi dan pendapatan
berbasis komisi atau fee based income.




