MONETER – PT
Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan laba bersih senilai Rp1,94 triliun pada
2022. Laba ini tumbuh 64,4 persen year on year (yoy) dari sebesar Rp1,18 triliun pada 2021.
“Laba bersih ini ditopang oleh penjualan bersih yang
mencapai Rp30,6 triliun pada 2022, atau
naik 9,9 persen yoy dibandingkan Rp27,9 triliun pada 2021,” tulis keterangan
resmi perseroan, Jakarta, Senin (3/4/2023).
Penjualan bersih tersebut dikontribusikan dari penjualan
makanan olahan dalam kemasan yang mencapai Rp18,65 triliun atau tumbuh 17,09
persen yoy dari sebelumnya sebesar Rp 15,93 triliun pada tahun 2021.
Kemudian, penjualan minuman olahan kemasan yang mencapai
Rp13,8 triliun, atau tumbuh 5,8 persen yoy dari sebelumnya sebesar Rp13 triliun
pada tahun 2021.
Mayora Indah mencatatkan penjualan domestik sebesar
Rp17,8 triliun pada 2022 atau tumbuh 10,88 persen yoy dibandingkan tahun 2021,
yang masih menjadi kontributor terbesar perseroan. Sedangkan, penjualan ekspor
tercatat sebesar Rp12,89 triliun pada 2022, atau naik 8,48 persen yoy
dibandingkan tahun 2021.
Seiring dengan meningkatnya penjualan tersebut, turut
meningkatkan beban pokok penjualan perseroan yang mencapai Rp23,8 triliun pada
2022, atau tumbuh 13,58 persen yoy dibandingkan sebesar Rp20,98 triliun pada
tahun 2021.
Namun demikian, perseroan berhasil menurunkan beban usaha
menjadi sebesar Rp4,4 triliun pada tahun 2022. dari sebelumnya Rp5,15 triliun
pada tahun 2021.
Hingga akhir 2022, emiten milik Jogi Hendra Atmadja ini
mencatatkan jumlah liabilitas yang meningkat menjadi Rp9,4 triliun, dari
sebelumnya sebesar Rp8,55 triliun pada akhir Desember 2021 lalu. Jumlah ekuitas juga meningkat menjadi Rp12,83 triliun
pada akhir 2022, dari sebelumnya Rp11,11 triliun pada akhir 2021.
Dengan demikian, perseroan mencatatkan jumlah aset
senilai Rp22,2 triliun per akhir 2022, dari sebesar Rp19,9 triliun pada akhir
2021.




