Moneter –
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berencana melakukan pembelian kembali
saham (buy back) pada 7 Maret hingga 6 Juni 2022. Dalam
aksi tersebut, emiten produsen semen ini akan menyiapkan anggaran hingga Rp
1,19 triliun.
“Buy back akan
dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan
memperhatikan ketentuan yang berlaku,” kata Direktur & Corporate Secretary Indocement, Oey Marcos,
Senin (7/3/2022).
Tahun ini, kata Oey Marcos, perseroan menargetkan pasar
semen domestik perusahaan dapat naik sekitar 4% sampai dengan 5%.
“Ada beberapa sentimen positif yang dapat menopang
pertumbuhan tahun ini. Seperti realisasi pra-penjualan properti di tahun lalu
misalnya, dan juga prospek yang semakin bertumbuh di tahun ini, diharapkan akan
membantu pertumbuhan industri semen ke depan,” ucapnya.
Sebelumnya, Indocement melalui anak usahanya, PT
Bahana Indonor dan PT Sari Bhakti Sejati, membeli saham PT Cipta Armada Bersama
(CAB), perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran. Bahana Indonor dan Sari
Bhakti membeli saham Cipta Armada dari PT Kapal Mini Indonesia dan Winarto
Asnim. Nilai transaksi sebesar Rp 2,5 miliar.




