Rabu, Januari 14, 2026

Cari Tambahan Modal, Garuda Indonesia Bakal Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Rp8,5 Triliun

Must Read

Moneter.id

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana mencari tambahan modal melalui penerbitan 
obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp 8,5 triliun. OWK ini berpotensi menaikkan kepemilikan saham pemerintah di Garuda Indonesia menjadi 84,8%.

“Perseroan membukukan kerugian sebesar US$ 728,15 juta
imbas pembatasan penerbangan akibat penyebaran virus corona. Tidak hanya
membukukan kerugian, ekuitas perseroan juga menjadi negatif US$ 80,77 juta,” tulis
keterangan perseroan, Rabu (14/10/2020).

Tulisnya, selain itu ekuitas negatif juga diikuti
dengan penurunan aset sebesar 45% menjadi US$ 165,41 juta dari periode 31
Desember 2019.

Penurunan keuangan yang drastis tersebut, perseroan
harus menempuh perbaikan likuiditas melalui penerbitan OWK. PMTHMETD melalui
OWK dipandang menjadi solusi untuk meningkatkan modal kerja perseroan dari
negatif.

Per 30 Juni 2020, modal kerja Garuda Indonesia
tercatat negatif sebesar US$ 3,68 miliar. Penerbitan OWK akan dilakukan dalam
denominasi rupiah dengan jangka waktu tujuh tahun.

OWK ini akan dikonversi menjadi saham baru seri B yang
jumlahnya akan ditentukan dengan membagi nilai prinsipal OWK yang terutang pada
tanggal konversi OWK dengan harga konversi.

Sementara harga konversi akan mengacu pada 90% dari
rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa
berturut-turut di pasar reguler.

“Berdasarkan analisa kondisi laporan keuangan per
30 Juni 2020, harga konversi adalah Rp 260. Sementara jumlah saham baru yang
akan diterbitkan mencapai 41,26 miliar saham,” tulis manajemen.

Dengan adanya penerbitan OWK ini, perseroan berharap
bisa memperbaiki posisi keuangan, seperti nilai aset yang lebih tinggi.
Sehingga bisa meningkatkan rasio aset lancar dan modal keria perseroan.

Arus kas juga bisa diperbaiki karena nilai OWK sebesar
Rp 8,5 triliun akan digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan.
“Kondisi keuangan yang lebih baik akan membantu keberlangsungan usaha
perseroan dimasa yang akan datang dengan pondasi keuangan yang lebih
baik,” tulis manajemen lagi.

Setelah penambahan modal dengan OWK, persentase
kepemilikan saham Seri B akan terdelusi sekitar 61%.

Hingga 30 September 2020, pemegang saham Garuda
terdiri atas pemerintah Indonesia sebesar 60,5%, PT Trans Airways sebesar
25,8%, dan masyarakat sebesar 13,7%.

Setelah transaksi OWK dilakukan, struktur kepemilikan
saham pemerintah Indonesia naik menjadi 84,8%, Trans Airways berkurang menjadi
9,9%, dan kepemilikan saham masyarakat turun menjadi 5,3%.

Saat ini, perseroan sedang menjajaki kerjasama dengan
calon pemodal yang akan menjadi pemegang OWK. Rencananya, pemerintah Indonesia
yang diwakili Kementerian Keuangan yang akan menjadi pemegang OWK.

Keikutsertaan pemerintah
dianggap penting karena ikut mendukung peran perseroan untuk menopang
perekonomian. Sesuai rencana, penerbitan OWK akan dilakukan setelah mendapat
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Adapun RUPSLB akan
dilakukan pada 20 November 2020 mendatang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img