Moneter.co.id – PT Bank
Tabungan Negara Tbk (BTN) melakukan kegiatan terkait tanggung jawab (social corporate social responsibility/CSR)
di Provinsi Bengkulu. Kegiatan tersebut merupakan kontribusi BTN dalam rangka ‘BUMN
Hadir untuk Negeri’ yang digagas Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kegiatan CSR BTN digelar di
Bumi Raflesia dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana belajar mengajar,
diantaranya pembangunan mushola dan pengadaan taman bacaan sekolah.
Sekolah yang
terpilih adalah SMPN 25 Kota Bengkulu yang terletak di Kampung Melayu,
kelurahan Sumber Jaya yang baru diresmikan 4 tahun lalu. Sekolah yang berdiri
di perkampungan Bahari ini baru memiliki 126 siswa.
Direktur
Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, bantuan BTN dan BUMN lain di SMPN 25 semoga bisa bermanfaat dan
memotivasi siswa untuk lebih berprestasi.
“Bank BTN
konsisten dalam mengawal progam BUMN Hadir untuk negeri yang digagas oleh
Kementerian BUMN dengan menjunjung tinggi sinergi antar BUMN. Dalam
kegiatan ini, BTN menggandeng Balai Pustaka,” kata Maryono di Bengkulu, Rabu, (23/11)
Maryono
menjelaskan, sinergi BUMN tidak hanya kita galakkan dari sisi bisnis namun juga
sosial sehingga bisa menyentuh lebih banyak masyarakat.
Sejumlah perusahaan BUMN
bersinergi dalam penyaluran kepedulian sosial senilai total Rp9,2 miliar untuk
meningkatkan kualitas sarana fasilitas umum dan sosial bagi masyarakat di
Provinsi Bengkulu. “Komitmen tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya
keadilan sosial dan mendukung penguatan peran BUMN sebagai agen pembangunan,”
ucap Maryono.
Selain menggelar kegiatan
CSR di Bengkulu, Kementerian BUMN juga menggelar rapat koordinasi bersama
dengan 118 BUMN di Bengkulu.
Pada rapat tersebut
sejumlah agenda dibahas termasuk sinergi antar BUMN serta komitmen dukungan
untuk pencapaian tujuan pembangunan, khususnya akselerasi proyek strategis
nasional dalam rangka mendorong konektivitas, kapasitas dan daya saing.
Kementerian BUMN dalam
kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada perbankan, terutama Himpunan
Bank Milik Negara (Himbara) atas perannya dalam meningkatkan inklusi keuangan.
Dalam rakor
tersebut, Menteri BUMN, Rini Soemarno memberikan penghargaan kepada Himbara sebagai
BUMN dengan sinergi terbaik dalam financial inlusion.
“Kami sebagai Himbara
memang memiliki misi khusus untuk mendukung inklusi keuangan dengan sejumlah
program seperti perekrutan agen laku pandai dan gerakan non tunai,” kata
Maryono.
Diharapkan dengan sinergi
yang lebih kuat maka Himbara bisa mempercepat misi inklusi keuangan sebesar 75
persen pada tahun 2019. Saat ini, persentase inklusi keuangan Indonesia baru
mencapai angka 60 persen. (TOP)




