Senin, Januari 26, 2026

Danareksa Catatkan Dana Kelolaan Rp 26,09 Triliun Naik 39 Persen

Must Read

Moneter.co.id – PT Danareksa Investment Management mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 39% dari Rp18,71 triliun menjadi Rp26,09 triliun hingga akhir kuartal III/2017.

Pertumbuhan signifikan ini dicapai melalui kombinasi kenaikan dana kelolaan beberapa jenis produk yang sesuai dengan permintaan pasar saat ini, yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Terproteksi, dan Reksa Dana Pendapatan Tetap. 

Corporate Secretary PT Danareksa Investment Management Winnie Rahmi Maulidya mengatakan, pada tahun ini perseroan telah menerbitkan 1 Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dengan membiayai perusahaan sasaran yang bergerak di bidang infrastruktur, serta melakukan sekuritisasi aset PT Indonesia Power melalui KIK EBA.

“Penerbitan reksadana penyertaan terbatas tersebut dalam rangka mendukung pembiayaan infrastruktur,” ujarnya, Senin (2/10). 

Sementara itu, pada kuartal IV/2017, perseroan masih akan menerbitkan beberapa produk baru lagi, termasuk Reksa Dana Terproteksi serta 2 (dua) RDPT berbasis infrastruktur. Tak hanya itu, sebelumnya perseroan juga menawarkan kontrak investasi kolektif (KIK) efek beragun eset (EBA) bernama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1) senilai Rp4 triliun dari PT Indonesia Power (IP).

Penerbitan EBA DIPP1 itu merupakan bagian dari rencana strategis Indonesia Power untuk melakukan sekuritisasi EBA sebanyak-banyaknya Rp10 tnliun, dan akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2018.

Sementara itu, Direktur Utama Danareksa Investment, Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan bahwa imbal hasil (return) KIK EBA Indonesia Power mencapai 8,25% per tahun.

“Bahwa EBA DIPP1 itu memiliki peringkat AAA (triple A). Pihaknya juga akan terus mendukung pemerintah untuk membiayai kebutuhan dana infrastruktur mengingat kebutuhan dana pembangunan infrastrutur Indonesia sangat besar,” pungkasnya.


(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bitcoin (BTC) Anjlok Jelang FOMC Pekan Ini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah -2,75% bertengger di $86.850 (IDR 1.455.405.638) kembali turun setelah gagal melewati MA-50...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img