Moneter.co.id – Bank digital terdepan di Asia, Bank DBS meluncuran alat
simulasi perbendaharaan online dan
manajemen keuangan pertama
di dunia yang dibuat khusus untuk para Kepala Keuangan (Chief Financial Officer/CFO) dan corporate
treasurers. Pengguna dapat menstimulasi beragam solusi korporasi pada ‘DBS
Treasury Prism’ secara gratis, serta meninjau berbagai peluang guna
menambah nilai maksimal bagi perusahaannya.
Head of Global Transaction Services Bank DBS John
Laurens, mengatakan, para CFO dan corporate treasurers
semakin sering datang ke DBS untuk layanan konsultasi digital dan untuk
menciptakan solusi bisnis digital bersama dengan operasi keuangan dan komersial
mereka. Sifat dari keterlibatan digital ini telah meningkatkan kemitraan antara
para bankir transaksi (transaction bankers) dan staf treasury dan
keuangan profesional jauh melampaui interaksi nasabah bank konvensional.
“DBS Treasury Prism
adalah sebuah produk inovasi dan keterlibatan digital yang berfokus pada
nasabah. Para staf treasury dan keuangan profesional telah membentuk
platform melalui tahapan proses ideation, pengembangan, dan tes beta (beta
testing) dan akan terus mendorong pengembangan DBS Treasury Prism secara
gesit,” ujarnya, Rabu (04/10)
Para CFO dan corporate treasurers sering kali
mengelola beberapa rekening/akun dengan mata uang dan arus transaksi yang
berbeda-beda di berbagai negara. Sebagai hasilmya, mereka sering kali terlibat
dengan beberapa bank untuk membantu mereka dalam memperoleh solusi manajemen
kas dan treasury secara optimal.
Dalam melakukan hal tersebut, sebuah proses yang disebut Request
for Proposal (Permintaan Proposal), sering kali menjadi hal yang
memakan waktu, tidak produktif, dan membosankan.
Menggunakan pendekatan desain yang berfokus pada manusia (human-centered
design), DBS menemukan 5 (lima) area kritis yang harus diatasi melalui
wawancara mendalam dengan 50 CFOs, corporate treasures, dan
para staf keuangan profesional.
John Laurens menjelaskan, area permasalahan tersebut
meliputi, terlalu banyak persiapan kerja yang dilakukan untuk
mendapatkan solusi optimal. Sulitnya mengukur keuntungan dan menghitung biaya
dari solusi yang diajukan oleh bank yang berbeda-beda.
“Selain itu, tidak ada waktu untuk mengikuti perubahan terkini
terkait peraturan, pajak, dan pasar. Terlalu banyak upaya yang diperlukan untuk
bekerjasama dengan para stakeholder dalam membuat
solusi manajemen keuangan baru dan sulitnya mengimplementasi
solusi-solusi baru yang rumit,” ujarnya.
‘DBS Treasury Prism’ dirancang secara khusus untuk menjawab
tantangan-tantangan tersebut dengan cara memberi CFO dan corporate
treasurers kemampuan untuk bereksperimen sendiri dengan
struktur manajemen kas dan likuiditas serta menganalisa
keuntungan dan biaya yang relatif. Platform bank-agnostic ini
juga memperhitungkan regulasi dan kondisi perpajakan dimana
perusahaan tersebut berada, dan memberi pandangan yang kontekstual
dengan segera, untuk membantu mereka memahami implikasi terhadap tiap
solusi yang dihasilkan.
Pengguna dapat membuat simulasi struktur akun/rekening dan
likuiditas di berbagai pasar lalu membandingkan tiap solusinya melalui
penilaian atas biaya dan keuntungannya.
Kombinasi dari solusi digital dan pandangan kontekstual akan
menghasilkan pengalaman bernilai tinggi bagi para treasurers dalam
mengeksplorasi berbagai kesempatan dan solusi.
Beberapa fitur utama dari ‘DBS Treasury Prism’ lanjut
John Laurens meliputi, membangun simulasi dan penghitungan
keuntungan. Akses terhadap pandangan
pasar yang kontekstual secara real time.




