Moneter.co.id – Delapan Negara meminta Dewan Keamanan PBB untuk
membahas nasib ratusan ribu pengungsi Rohingya yang diusir dari Myanmar, kata
beberapa diplomat, Rabu (7/2). Negara tersebut Inggris, Prancis, Amerika
Serikat (AS), Swedia, Polandia, Belanda, Kazakhstan dan Guinea Khatulistiwa.
Dewan Keamanan akan mengadakan pertemuan pada Selasa (06/02) untuk
mendengar laporan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi mengenai
krisis yang dipicu oleh operasi penindakan keras tentara di negara bagian Rakhine,
Myanmar, pada Agustus tahun lalu.
Sementara, Swedia, Polandia, Belanda, Kazakhstan dan Guinea
Khatulistiwa mengajukan pertemuan itu bersama dengan tiga anggota permanen
Dewan Keamanan.
Pertemuan tersebut terjadi hampir tiga bulan setelah Dewan
Keamanan mengadopsi pernyataan yang menuntut agar Myanmar mengendalikan pasukan
keamanannya dan mengizinkan warga Rohingya kembali ke rumah mereka.
Lebih dari 750.000 penduduk etnis Rohingya mengungsi dari
negara mayoritas Buddha itu ke Bangladesh, melarikan diri dari tentara yang
dituduh membunuh, memerkosa dan membakar desa-desa.
Bangladesh dan Myanmar sepakat bulan lalu untuk memulangkan
Rohingya dalam jangka waktu dua tahun, namun PBB menyatakan keprihatinannya
karena badan pengungsi UNHCR tidak dilibatkan dalam kesepakatan itu.
Majelis Umum pada Desember mengadopsi resolusi yang meminta
Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menunjuk utusan khusus ke Myanmar, namun
pengangkatan itu belum dilakukan, demikian dilansir AFP.
(HAP/Ant)




