Moneter.id
– Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga
mengajak negara anggota Developing-8 (D-8) untuk memanfaatkan potensi
perdagangan negara anggota secara optimal. Untuk itu, diperlukan komitmen
setiap negara anggota dalam memaksimalkan potensi tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Jerry dalam acara Forum
Bisnis D-8 yang digelar secara virtual pada Senin (5/4). Forum bisnis dengan
tema “Harnessing the Power of Youth and Technology”.
Forum ini merupakan bagian dari rangkaian 10th D-8
Summit 2021 Dhaka, Bangladesh yang berlangsung pada 5-8 April 2021. Forum ini
bertujuan untuk menggali potensi kerja sama ekonomi dari sudut pandang yang
dapat dimanfaatkan para pelaku usaha D-8 saat ini dan masa akan datang.
Selain Indonesia, sambutan juga diberikan wakil Pemerintah
Negara D-8 lainnya, yaitu Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan, Menteri
Perdagangan Bangladesh Tipu Munshi, serta Sekretaris Jenderal D-8 Dato’ Ku
Jaafar Ku Shaari.
“Berdasarkan beberapa kajian, peringkat negara-negara
anggota D-8 akan berada dalam peringkat 24 besar dunia dengan total produk
domestik bruto (PDB) sebesar USD 38 triliun pada 2050. Untuk itu, negara
anggota harus dapat memanfaatkan potensi perdagangan D-8 secara optimal,” kata
Jerry disiaran pers yang diterima Moneter.id di Jakarta, Selasa (6/4) .
Jerry menekankan beberapa hal yang perlu menjadi
perhatian pemerintah dan pelaku usaha negara D-8. Pertama, pemerintah negara anggota D-8 harus memiliki pandangan
yang sama dan memberikan komitmen untuk menjaga kelancaran arus barang dan jasa
di antara negara D-8.
Kedua,
negara anggota perlu mempertimbangkan efisiensi dan resiliensi rantai pasok di
antara negara D-8 melalui diversifikasi pasokan dan transformasi digital. Ketiga, negara D-8 perlu terus
meningkatkan kerja sama untuk mendukung sektor swasta dan memfasilitasi
pertumbuhan UMKM serta bisnis rintisan (start-up).
“Adanya ketidakpastian perekonomian global, negara
anggota D-8 hendaknya tidak terpengaruh dalam kondisi geopolitik yang terjadi
antara negara-negara besar. Negara anggota D8 harus fokus dalam memperkuat
kemitraan strategis sehingga dapat memberikan peluang perdagangan dan investasi
yang lebih praktis dan konkret,” ujar Jerry.
D-8 adalah organisasi kerja sama pembangunan ekonomi
dengan anggota yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia,
Nigeria, Pakistan, dan Turki.
D-8 bertujuan untuk meningkatkan posisi negara anggota
dalam ekonomi global, mendiversifikasi dan menciptakan peluang baru dalam
hubungan perdagangan, meningkatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan di
tingkat internasional, dan meningkatkan standar hidup.




