Moneter.id – Harga kepiting bakau di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
bervariasi antara Rp100.000 hingga mencapai Rp125.000 per kilogram.
Berdasarkan pantauan di pusat penjualan kepiting bakau
musiman di Kendari, Selasa (17/07), kepiting bakau yang tidak memiliki musim
itu, ditawarkan para pedagang antara Rp100.000 per kilogram untuk ukuran kecil
dan Rp125.000 per kilogram utuk ukuran sedang ke atas.
“Semakin besar kepiting bakau yang dijual itu, juga
semakin tinggi nilainya,” kata Daeng Umar, pedagang kepiting bakau dan
ikan bandeng dikutip dari Antara.
Umar mengatakan, kepiting bakau yang dijual setiap bagi
hingga sore itu juga dibeli dari pedagang yang di beli dari nelayan kabupaten
Konawe Selatan dan Bombana.
Tanpa menyebut harga kepiting bakau di tingkat nelayan, namun
menurut Umar, kepiting bakau yang dijual itu tidak memiliki musim sepanjang
para nelayan dan petambak mau mencari dengan menggunakan alat perangkap jaring
yang dibuat khusus.
“Biasanya proses penangkapan kepiting oleh nelayan
dengan menggunakan perangkap khusus. Di dalam perangkap itu diberi umpan berupa
perut ikan kelapa yang disukai kepiting. Saat kepiting itu memakan umpan dalam
jaring itu lalu terperangkap dan sulit lagi untuk keluar dari wadah itu,”
ujar Umar.
Lain halnya dengan menangkap kepiting bakau yang membuat
lubang sebagai tempat persembunyiaan dipinggiran bakau, nelayan cukup membawa
alat kait lalu memasukkan di lubang sambil menusuk ke dalamnya. Bila dalam
lubang itu terdapat ada kepiting maka dengan sendirinya akan keluar dengan
menjepit kedua tangan kepiting keluar dari lubang saranngya.
Kadis Kelautan dan Perikanan Sultra, Askabul mengatakan,
kepiting bakau yang merupakan salah satu biota yang menggantungkan hidupnya
dari keberadaan mangrove sering ditemukan nelayan di hutan bakau hingga pesisir
laut yang terletak disejumlah pantai Konawe Selatan, Bombana, Buton Tengah,
Muna Barat dan Konawe Utara.
“Dalam siklus hidupnya, hutan mangrove adalah tempat
hidup kepiting bakau. Kepiting ini membuat lubang yang digunakan sebagai tempat
persembunyiannya, hasil tangkapan ini berukuran lebar antara 15 hingga 17 Cm
dengan bobot mencapai 1 Kg hingga ada yang mencapai 2 kg,” katanya.
Ia menambahkan, ukuran kecil kepiting bakau biasanya nelayan
tidak ditangkap karena untuk menjaga keberlanjutan generasi kepiting bakau,
selain itu juga karena ada Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan
Nomor 1 Tahun 2015 yang melarang penangkapan kepiting bakau yang lebar
karapasnya kurang dari 15 Cm.
“Permen ini melarang penangkapan kepiting bakau yang
lebar karapasnya kurang 15 Cm, termasuk menangkap kepiting yang sedang bertelur
dari spesies tersebut juga dilarang,” tuturnya.
(HAP)




