Moneter.co.id – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan pengelola
Pelabuhan Merak, Banten perlu terus meningkatkan pelayanan untuk mengantisipasi
persaingan global.
Ia
menjelaskan, dengan dinamika yang terjadi saat ini di mana persaingan global
akan semakin ketat, perlu ada terobosan yang dilakukan dalam bidang
penyeberangan. Peningkatan keselamatan dan pelayanan adalah suatu keharusan.
Tadi saya sudah mendengar penjelasan dari PT ASDP bahwa pada tahun 2018
fasilitas tambahan Dermaga 6 Eksekutif sudah selesai dan bisa digunakan secara
maksimal.
“Menurut saya ini sesuatu hal yang bagus. Jadi nanti masyarakat akan
dilayani dengan fasilitas premium,” kata Budi.
Budi juga
memberi perhatian pada konektivitas antar moda pada pelabuhan Merak, yaitu
rencana pembangunan tol Trans Sumatera. “Pemerintah
sudah merencanakan membangun tol Trans Sumatera di mana ujungnya akan ada di
Bakauheni. Kita harus sudah mengantisipasi agar ke depannya tidak terjadi
penumpukan kendaraan (bottle neck).
Masyarakat selalu menginginkan kemudahan dan kenyamanan. Tugas kita untuk
mewujudkan itu,” tegasnya.
“Karena itu, saya mengapresiasi PT ASDP yang telah melakukan
benchmarking ke negara-negara yang telah maju moda penyeberangannya seperti
Hongkong, Taiwan untuk kemudian diterapkan di Dermaga 6 Eksekutif,” ujar
Dirjen Budi.
Selain
itu, Budi akan mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah
daerah dan instansi lain sehingga konektivitas di Pelabuhan Merak dapat
terwujud dengan lebih sempurna.
Sementara
itu, Direktur Utama PT ASDP Faik Fahmi menyampaikan ada beberapa hal yang
menjadi catatan dalam meningkatkan pelayanan pada Pelabuhan Merak yaitu antara
lain tidak adanya kepastian jadwal, jumlah kapal yang beroperasi berjumlah 60
kapal serta jumlah dermaga yang terbatas.
Terkait
hal tersebut, Dirjen Budi menyampaikan bahwa terkait jumlah kapal yang
beroperasi di Merak maka Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sudah melakukan
pembahasan agar di tahun 2018 jumlah kapal yang beroperasi akan ditata.
“Akan
ada pengurangan jumlah kapal di tahun depan, salah satu kriteria yang kita
minta adalah berat dibawah 5.000 GT akan dilarang untuk beroperasi di Merak
Banten dan sedang kita rencanakan pengalihan operasinya.
“Hal ini juga untuk mewujudkan target yang dicanangkan Presiden Jokowi
agar waktu tempuh bisa lebih cepat, yang saat ini sudah ada perubahan sailing time yaitu dua jam akan kita upayakan
sailing time menjadi satu jam 30
menit dengan kecepatan rata-rata 10 knot,” pungkasnya. (SAM)




