MONETER
–
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) mengajukan anggaran tahun 2023 sebesar Rp41,94 triliun
yang meliputi program ketahanan SDA dan dukungan manajemen. Rinciannya, program
ketahanan SDA sebesar Rp39,42 triliun dan program dukungan manajemen Rp2,52
triliun.
“Termasuk di dalamnya tambahan anggaran sebesar
Rp6,12 triliun pada program ketahanan SDA untuk penyelesaian proyek strategis
nasional, terutama bendungan yang mendukung ketahanan pangan dan pembangunan
infrastruktur dasar, serta pengurangan dukungan manajemen sebesar Rp66,52
miliar,” kata Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Kamis
(1/9/2022).
Pemanfaatan pagu anggaran tahun 2023 direncanakan
untuk program ketahanan SDA utamanya bagi pemenuhan kontrak tahun jamak,
terutama pada proyek bendungan yang ditargetkan selesai pada tahun anggaran
2023.
Lalu untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan dalam
rangka menjaga keberlanjutan fungsi infrastruktur SDA, kegiatan Program
Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), cadangan bencana,
pengadaan tanah, pengendalian lumpur Sidoarjo.
Program ketahanan SDA tahun depan juga difokuskan
pada penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi beberapa daerah irigasi,
penanganan banjir serta penanganan pantai di wilayah Pantura dan wilayah
pasca-bencana, serta penyediaan air baku dari bendungan. Sedangkan tambahan
anggaran sebesar Rp6,12 triliun rencananya akan dialokasikan sebesar Rp5
triliun untuk mendukung target penyelesaian 13 bendungan.
Kemudian tambahan anggaran sebesar Rp1,12 triliun
difokuskan salah satunya untuk pembangunan infrastruktur yakni pembangunan
Bendungan Sepaku Semoi. Bendungan ini ditargetkan selesai pada awal 2023
supaya bisa dilaksanakan pengisian awal
dan sudah dapat berfungsi pada 2024.




