Moneter.co.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan optimis permintaan kredit akan meningkat seiring dengan penurunan BI 7 Day Reserve Repo Rate turun 25 bps oleh Bank Indonesia (BI).
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara, Maryono mengatakan, meskipun volume kreditnya belum tumbuh. Namun dengan adanya suku bunga kreditnya ini turun, otomatis ada potensi atau prospek dari pada permintaan kredit akan meningkat. “Apalagi dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik,” jelas Maryono, Kamis (28/9).
Ia menjelaskan, pada saat ini sudah saatnya suku bunga pasar mengikuti kebijakan suku bunga rendah yang telah diturunkan bank sentral. “Mungkin sudah saatnya turun. Karena antara penurunan cost of fund dan penurunan suku bunga ini kan tidak sama. Tapi pengaruhnya tidak terlalu besar,” ujar Maryono.
Maryono beranggapan, bahwa BI masih berpotensi untuk dapat menurunkan Suku Bunga acuannya, melihat kondisi pasar yang masih stagnan. “Kalau memang nanti acuannya turun kemudian harga market-nya turunya lebih cepat ya dapat diturunkan,” ungkap Maryono.
Selain itu, untuk suku bunga simpanan BTN, pihaknya menerapkan capping batas atas. Hal tersebut dinilai untuk tetap menjaga kebersamaan para deposan yang berkontribusi ke dana pihak ketiga. Capping bunga deposito saat ini, menurut dia, sebesar 6 persen, yang kemungkinan besar dapat membantu menurunkan bunga kredit.
“Kalau suku bunga turun market akan ikuti dan kita akan berusaha satu digit. Saat ini Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK) di level 10,5 persen,” tutupnya.
(HAP)




