Moneter.co.id – Indonesia
kembali menjadi tuan rumah bagi forum internasional Indian Ocean
Rim Association (IORA). Hari ini, Selasa (1/8), Kementerian Perdagangan
menggelarlokakarya mengenai
integrasi ekonomi kawasan Samudra Hindia di bawah keanggotaan IORA, yaitu International Workshop on Practical
Workstreams on Trade and Investment and IORA Economic Integration. Lokakarya tersebut berlangsung di Padma
Resort, Legian, Kuta, Bali.
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan mengatakan, saat ini adalah momentum yang tepat bagi negara
anggota IORA untuk berkumpul mendiskusikan berbagai cara menggerakkan potensi
ekonomi kawasan dan melangkah menuju integrasi.
Kemendag
menjadi focal point Working Group on
Trade and Investment IORA, dan berkomitmen menyelenggarakan lokakarya
tersebut. Lokakarya ini bertujuan mengidentifikasi peluang ekonomi kawasan,
menjadi ajang bertukar pikiran antaranggota, dan menghasilkan rekomendasi
kebijakan menuju integrasi ekonomi IORA. “Lokakarya tersebut juga menjadi
kontribusi Indonesia sebagai Ketua IORA 2015-2017,” ujarnya, Selasa (1/8)
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo mengatakan, sebagai Ketua IORA 2015-2017, partisipasi aktif
Indonesia di IORA menjadi wujud kontribusi Indonesia untuk ikut mencarikan
solusi atas berbagai permasalahan di IORA. Keberhasilan Indonesia akan menjadi
catatan sejarah pencapaian Indonesia di forum-forum internasional.
Iman juga
mengatakan bahwa lokakarya ini diselenggarakan sebagai komitmen mewujudkan
cita-cita integrasi ekonomi negara-negara anggota IORA, sehingga akan muncul
ide dan gagasan yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi negara-negara
anggota IORA.
Lokakarya
dihadiri 70 orang peserta yang terdiri atas 21 negara anggota IORA, tujuh mitra
wicara IORA, akademisi, KADIN, serta perwakilan kementerian dan lembaga dari
Indonesia.
“Kami harap dari lokakarya ini dapat dihasilkan
rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan negara anggota IORA untuk bergerak
semakin dekat ke arah integrasi perdagangan,” kata Iman.
Pelaksanaan
lokakarya merupakan tindak lanjut dari pertemuan kelompok kerja antarpemerintah
negara anggota terkait perdagangan dan investasi, IORA Working Group on Trade and Investment (WGTI) yang dilaksanakan di
Padang, Sumatra Barat pada 20-23 Oktober 2015.
Melalui
lokakarya ini pula, Indonesia berharap dapat mendorong terbukanya akses pasar
nontradisional melalui pengembangan kerja sama perdagangan dan jejaring yang
lebih luas dengan negara anggota IORA lainnya, serta mewujudkan pembentukan preferential trade agreement (PTA) intra IORA.
Setelah
pelaksanaan lokakarya, pada 2 Agustus 2017 akan diselenggarakan sidang 7th Bi-Annual IORA. Hasil lokakarya berupa rekomendasi kebijakan diharapkan dapat
diangkat dalam sidangtersebut.
Sekedar informasi, IORA
merupakan forum kerja sama di kawasan Samudera Hindia yang memiliki potensi
besar. Perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai USD 777 miliar.
Selain itu, Samudera Hindia merupakan 70% jalur perdagangan dunia, termasuk
jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan lebih dari setengah kapal kontainer dan
dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.
IORA
terbentuk sejak Maret 1997 di Mauritius. IORA beranggotakan 21 negara, yaitu
Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya,
Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura,
Somalia, Srilanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Selain itu,
ada tujuh negara mitra wicara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Mesir,
Tiongkok, Prancis, dan Jerman.
Rep.Top




