Moneter.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan bernama Muhammad Nadir Umar (MNU) yang diamankan tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror merupakan Ketua Badan Kehormatan (BK) di DPRD Pasuruan. Pasca tertangkapnya MNU untuk sementara, posisi tersebut kosong setelah MNU dibawa polisi ke Jakarta.
“Dia (MNU) Ketua BK. Ketua Badan Kehormatan untuk periode dua tahun setengah ke belakang, menggantikan Ketua BK periode dua tahun setengah sebelumnya,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, Minggu, (9/4).
Sudiono membenarkan bahwa MNU Anggota Komisi IV dan tergabung dalam fraksi gabungan yang terdiri dari Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Hanura. “Nadir Umar itu Anggota Komisi IV dari PKS,” lanjut pria yang akrab disapa Dion itu.
Ia mengaku tidak mengenal dekat secara pribadi sosok MNU. Namun dalam keseharian di DPRD dia dikenal punya komunitas keagamaan.
Kabar diamankannya MNU hingga saat ini belum mengusik DPRD Pasuruan sebab penjemputan MNU oleh Densus terjadi pada saat hari libur.
Seperti diketahui, MNU diamankan petugas Densus 88 setelah turun dari pesawat rute Kuala Lumpur-Surabaya di Bandara Juanda pada Sabtu, 8 April 2017. Dia diduga terkait dengan aktivitas terorisme.
Rep.Hap




