Senin, Maret 2, 2026

Diteken Mendag Enggar, Perundingan Indonesia-EFTA CEPA Selesai

Must Read

Moneter.id – Menteri
Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menandatangani Pernyataan Bersama
(Joint Statement) diselesaikannya perundingan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi
Komprehensif Indonesia-European Free Trade Association/EFTA (IE-CEPA), di
Sekretariat EFTA, Jenewa, Swiss, Jumat (23/11). Penandatanganan tersebut
dilakukan Mendag Enggar bersama empat menteri Negara EFTA, yang terdiri dari
Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia.

Penandatanganan
ini menandai diselesaikannya perundingan antara Indonesia dengan negara-negara
EFTA melalui skema IE-CEPA. Para pimpinan setingkat menteri negara EFTA yang
melakukan penandatangan yaitu Menteri Perdagangan dan Industri Norwegia
Torbjørn Røe Isaksen; Menteri Hubungan Luar Negeri, Hukum, dan Budaya
Leichtenstein Aurelia Frick; Menteri Hubungan Luar Negeri dan Perdagangan
Eksternal Islandia Guðlaugur Þór Þórðarson; Kepala Departemen Hubungan Ekonomi
Swiss Johann N. Schneider-Ammann; serta dihadiri pula Sekretaris Jenderal EFTA
Henri Gétaz.

“Hari ini
kelima negara sangat berbahagia dan bersyukur akhirnya perundingan IE-CEPA yang
telah memakan waktu tujuh tahun ini akhirnya diselesaikan. Penyelesaian ini
merupakan tonggak sejarah bagi hubungan RI dengan ke empat negara EFTA,” kata
Mendag Enggar disiaran pers yang diterima MONETER.id,
Sabtu (24/11).

Mendag Enggar
menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan “legal scrubbing” dan
penerjemahan sehingga secara teknis dan legal, IE-CEPA siap ditandatangani.
IE-CEPA djadwalkan akan ditandatangani di Jakarta pada Desember 2018.

“Indonesia
dan EFTA memang berkomitmen menyelesaikan perundingan pada tahun ini. Oleh
sebab itu para perunding bekerja secara intensif menyelesaikan isu-isu yang
masih tersisa dan akhirnya perundingan berhasil diselesaikan pada 1 November
2018 di Bali,” kata Mendag Enggar.

Dengan
IE-CEPA maka akses pasar barang antara Indonesia dan EFTA akan semakin luas,
termasuk jasa dan investasi serta kerja sama ekonomi dan pengembangan
kapasitas. Pada perdagangan barang, Indonesia akan memperoleh peningkatan akses
pasar ke EFTA, antara lain produk-produk perikanan, industri (tekstil,
furnitur, sepeda, elektronik, dan ban mobil), serta pertanian (termasuk kopi
dan kelapa sawit).

Pada
perdagangan jasa, akses pasar bagi para pekerja Indonesia (Intra Corporate
Trainee, Trainee, Contract Service Supplier, Independent Professional, serta
Young Professional) ke EFTA akan lebih terbuka. Contohnya, sektor jasa yang
akan memperoleh keuntungan antara lain jasa profesi, telekomunikasi, keuangan,
transportasi, dan pendidikan.

Indonesia
juga akan memperoleh peningkatan investasi dari negara anggota EFTA pada sektor
energi dan pertambangan, permesinan, pertanian, infrastruktur sektor perikanan,
kehutanan, industri kimia, dan lain sebagainya.

Selain itu,
Indonesia akan mendapatkan kerja sama dan capacity building, misalnya dalam
sektor perikanan dan aquamarine, promosi ekspor, pariwisata, UMKM, HKI, kakao,
sustainability, maintenance, repair and overhaul (MRO), pendidikan vokasional,
dan lainnya.

“EFTA
merupakan kelompok dagang di kawasan Eropa yang belum kita jajaki dan
kembangkan potensi pasarnya. Dengan diselesaikannya IE-CEPA, diharapkan
pemanfaatan pangsa pasar yang ada di masing-masing negara dapat dioptimalkan
serta pintu masuk ke pasar Uni Eropa,” ujar Mendag.

Mendag Enggar
juga mengharapkan perjanjian ini bisa menciptakan landasan untuk mengejar
ketertinggalan dari negara ASEAN lainnya, khususnya Filipina dan Singapura,
yang telah menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan EFTA.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img