Senin, Januari 26, 2026

Ditjen PEN Datangkan Pembeli Potensial Kopi Gayo Asal Kanada

Must Read

Moneter.id – Direktorat
Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan
(Kemendag) mendatangkan pembeli potensial dari Kanada bagi para pengusaha Kopi
Gayo di Takengon, Aceh Tengah pada 11 – 20 Nopember 2018 lalu. Kegiatan ini
merupakan implementasi kerjasama dengan Global Affairs Cadana dalam Trade and
Private Sector Assistance (TPSA) Project dan sebagai salah satu wujud komitmen
pemerintah dalam mendorong ekspor non-migas.

“Kunjungan para
pembeli ini merupakan buah hasil partisipasi pada pameran Global Specialty
Coffee Expo di Seattle awal tahun 2018 ini,” kata Arlinda, Dirjen PEN,
Kementerian Perdagangan disiaran pers yang diterima, Kamis (22/11).

Melalui
kunjungan ini, lanjut Arlinda, para pembeli melihat langsung lokasi kebun kopi
untuk memberi keyakinan akan kualitas kopi melalui budi daya yang benar serta
proses produksi sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Pada kunjungan
ini para pembeli dapat langsung melakukan cupping test untuk mencicipi cita
rasa kopi Gayo di sumbernya.

“Kunjungan
langsung buyers  akan memberi informasi
secara langsung kopi Gayo ditanam dan diproses akan memberikan keyakinan
mengenai kualitas sehingga diharapkan akan terjadi transaksi dagang secara berkesinambungan,”
terangnya.

Sejumlah 5
(lima) perusahaan Kopi Gayo binaan TPSA Project yang dikunjungi oleh pembeli
Kanada adalah Koperasi Arinagata, PT. Meukat Komuditi Gayo, PT. Orangutan
Lestari, Koperasi Redelong Organik, dan Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo).

Para pembeli
ini telah melakukan kontak sebelumnya dengan para perusahaan Kopi Gayo binaan
ini dalam membahas product sample. Kunjungan ini sebagai bukti kelanjutan
ketertarikan para pembeli potensial ini terhadap produk kopi gayo perusahaan
binaan TPSA Project.

Sementara, Marolop
Nainggolan, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor menambahkan, para produsen
kopi Gayo ini sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dari tenaga ahli dan telah
diikut-sertakan pada pameran internasional di Amerika Serikat selama 2 (dua)
tahun berturut-turut, sehingga kualitas produk dan kapasitas perusahaan tidak
perlu diragukan.

“Dari
kunjungan pembeli Kanada ini, perkiraan nilai kontrak yang telah terjalin senilai
USD 2,6 Juta untuk waktu pengiriman mulai November 2018 hingga Juni 2019,”
tambah Marolop Nainggolan.

Selain itu, kata
Marolop, di luar kegiatan kunjungan kali ini, masih dalam aktivitas TPSA
project, sudah terjadi transaksi ekspor langsung ke Kanada dan USA senilai USD
4 juta”, tambah Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor itu.

“Nilai
transaksi ini ditargetkan akan meningkat 2 (dua) kali lipat dengan melihat
animo para pembeli yang datang kali ini,” ujarnya.

Kopi Gayo
merupakan salah satu kopi jenis specilaty
Arabika yang dimiliki oleh Indonesia dan tumbuh di dataran tinggi Gayo (Gayo Highland). Dikarenakan tumbuh di
dataran tinggi, kopi gayo memiliki keunikan dalam segi rasa dan tekstur,
seperti memiliki after taste
buah-buahan, bunga, dan masih banyak lagi after
taste
yang dapat ditemukan pada Kop Gayo. Hal ini dapat dilihat dari hasil
penilaian cupping test dari sample Kopi Gayo milik perusahaan binaan
TPSA Project yang memiliki nilai score rata-rata di atas 84.

Informasi
saja, TPSA Project adalah proyek dengan jangka waktu lima tahun  dengan nilai CAD$ 12 juta yang didanai oleh
Pemerinah Kanada melalui Global Affairs Canada, dan dilaksanakan oleh The
Conference Board of Canada. Mitra pelaksana utamanya adalah Direktorat Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan Republik
Indonesia.

Tujuan
keseluruhan TPSA adalah mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan
berkelanjutan serta menanggulangi kemiskinan di Indonesia melalui intensifikasi
perdagangan dan investasi yang mendorong perdagangan antara Indonesia dan
Kanada.

TPSA
dimaksudkan untuk meningkatkan peluang investasi dan perdagangan yang
berkelanjutan serta responsif gender, terutama untuk UKM di Indonesia, dan
memperluas pemakaian analisis investasi dan perdagangan oleh pemangku
kepentingan di Indonesia guna meningkatkan kemitraan investasi dan perdagangan
antara Indonesia dan Kanada.

TPSA Project
merupakan salah satu kerjasama yang sangat intensif dan aktif dalam melakukan
pembinaan kepada para pelaku usaha dalam rangka meningkatkan perdagangan, khususnya
ekspor ke Kanada. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img