Moneter.id – Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebanyak 12
proyek minyak dan gas (migas) dijadwalkan mulai berjalan pada 2020 ini.
“Proyek ini untuk mendongkrak produksi siap jual minyak
dan gas bumi Indonesia,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Arifin Tasrif di Jakarta, Minggu (19/1/2020).
Kata Arifin, proses alamiah seperti jumlah dan waktu
menyebabkan terjadinya penurunan produksi migas pada dekade terakhir.
“Hal yang paling utama adalah bagaimana bisa
meningkatkan lifting migas karena
memang dalam beberapa tahun ini produksi migas kita menurun,” ungkap
Arifin.
Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan lifting migas pada APBN 2020 sebesar 1.946
Million of Barrels of Oil Equivalent Per
Day (MBOEPD) dengan rincian 755 mbopd dari minyak dan 1.191 dari mboepd
dari migas.
Selain itu, Pemerintah berencana menjalankan sejumlah
strategi dengan memberikan insentif kepada badan usaha (BU) migas untuk
mempercepat 42 rencana pengembangan (Plan
of Development/PoD) lapangan migas hingga mendorong penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) serta
melegalkan pengelolaan sumur tua oleh masyarakat meskipun produksinya sedikit.
Melalui SKK Migas Pemerintah juga membuka layanan One Door Service Policy (ODSP) guna
merealisasikan target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) pada 2030.
Berikut
daftar 12 proyek yang dijadwalkan beroperasi tahun 2020:
1.
Proyek Bukit Tua Pashe-3, dikerjakan oleh Petronas Carigali
Ketapang III Ltd. dengan kapasitas fasilitas produksi 31,5 juta standar kaki
kubik per hari (MMscfd) dan estimasi produksi 31,5 MMscfd.
Saat ini operator dalam tahapan pengerjaan engineering, procurement, dan construction
(EPC). Proyek ini dijadwalkan berproduksi Januari 2020.
2.
Proyek Grati Pressure Lowering, dikerjakan oleh Ophir
Indonesia (Sampang) Pty. Ltd. dengan kapasitas fasilitas produksi 30 MMscfd dan
estimasi produksi 30 MMscfd. Tahapan saat ini yakni pengerjaan EPC dan
dijadwalkan berproduksi pada Maret 2020.
3.
Proyek Buntal-5, dikerjakan oleh Medco Energi dan
dijadwalkan akan berproduksi pada Maret 2020. Sama dengan Bukit Tua Pashe-3,
awalnya proyek ini masuk dalam daftar proyek onstream tahun lalu namun terpaksa
tak dapat beroperasi.
Hal ini lantaran rig
untuk pengeboran proyek tidak kunjung datang karena masih digunakan di Vietnam.
4.
Proyek Sembakung Power Plant, dikerjakan oleh PT
Pertamina EP dengan tahapan saat ini yakni pengerjaan EPC. Proyek ini
dijadwalkan beroperasi pada Februari 2020.
5.
Proyek Randu Gunting, dikerjakan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE)
Randu Gunting dengan kapasitas fasilitas produksi 5 MMscfd dan estimasi
produksi 3 MMscfd.
Tahapan saat ini yakni pengerjaan Front End Engineering
Design (FEED) atau desain detail rekayasa dan dijadwalkan berproduksi Mei 2020.
6.
Proyek Kompresor Betung, dikerjakan oleh PT Pertamina EP dengan
kapasitas fasilitas produksi 15 MMscfd dengan estimasi mencapai 15 MMscfd.
Tahapan yang saat ini dilakukan oleh operator yakni pengerjaan EPC dan
dijadwalkan berproduksi pada Juni 2020.
7.
Proyek Malaca Strait Phase-1 (EPF), dikerjakan oleh EMP Malaca
Strait dengan kapasitas fasilitas produksi 3000 barel minyak per hari (bopd)
dan estimasi produksi 3000 bopd. Tahapan saat ini yakni proses tender dan
dijadwalkan berproduksi pada Juni 2020.
8.
Proyek Meliwis, dikerjakan oleh Ophir Indonesia (Madura
Offshore) Pty.Ltd. dengan kapasitas fasilitas produksi 20 MMscfd dan estimasi
produksi sekitar 20 MMscfd. Tahapan saat ini yakni EPC dan dijadwalkan
berproduksi pada Juni 2020.
9.
Proyek Cantik, oleh PT Sele Raya Belida II dengan
kapasitas fasilitas produksi 2,5 MMscfd dan estimasi produksi sekitar 2,5
MMscfd. Tahapan saat ini yakni EPC dan dijadwalkan berproduksi pada Juli 2020.
10.
Proyek Kompresor LP-MP SKG-19, dikerjakan oleh Pertamina
EP dengan kapasitas fasilitas produksi 150 MMscfd dan estimasi produksi sekitar
150 MMscfd. Tahapan saat ini yakni EPC dan dijadwalkan berproduksi pada Juli
2020.
11.
Proyek Peciko 8A, oleh Pertamina Hulu Mahakam dengan
kapasitas fasilitas produksi 8 MMscfd dan estimasi produksi sekitar 8 MMscfd.
Tahapan saat ini yakni EPC dan dijadwalkan berproduksi pada Agustus 2020.
12.
Proyek Merakes, dikerjakan oleh Eni East Sepinggan Ltd.
Proyek ini ditargetkan onstream pada
September 2020 dengan kapasitas fasilitas 400 MMscfd dan estimasi produksi 360
MMscfd.




