Kamis, Maret 12, 2026

Dongkrak Utilitas, Kemenperin Pacu Investasi Industri Pelumas

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya meningkatkan
utilitas industri pelumas di dalam negeri, yang saat ini kapasitas terpasangnya
mencapai mencapai 2,04 juta kilo liter (KL) per tahun. Sementara kebutuhan
pelumas dalam negeri mencapai 1,14 juta KL per tahun.

“Pelumas yang diproduksi di dalam negeri
sebesar 908.360 KL. Untuk kebutuhan otomotif, hampir 781 ribu KL lebih, sedangkan
pelumas industri 127 ribu kilo liter per tahun” ungkap Direktur Jenderal Industri
Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam seusai Peletakan
Batu Pertama Perluasan Pabrik Pelumas Shell di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/3)..

Selanjutnya, katanya, Kemenperin juga bertekad menekan impor pelumas
dengan memacu investasi di tanah air untuk menghasilkan produk substitusi
impor.

“Maka itu, kami mendorong industri di dalam
negeri untuk memacu produksinya, sehingga kebutuhan yang ada bisa dipenuhi oleh
produk dalam negeri. Kalau ada kapasitas tambah ini nanti kita jaga, impornya
kita kendalikan. Jadi, kalau kapasitas terpasang sudah naik akan semakin bisa
memenuhi,” paparnya.

Kedepannya,
tambah Khayam, Kemenperin akan mengarahkan untuk
pengembangan produksi biopelumas. Namun demikian, hal tersebut perlu ditopang
melalui penerapan teknologi tinggi dan kegiatan riset. “Ada beberapa
perusahaan, seperti dari Korea, bahkan juga Shell yang berminat masuk ke biopelumas,”
imbuhnya.

Saat ini, terdapat 44 perusahaan produsen
pelumas di dalam negeri, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.157 orang.
Selain itu, ditambah tenaga kerja dari 140 perusahaan importir dan 580 perusahaan
distributor pelumas, total tenaga kerja di sektor tersebut mencapai 4.898 orang.

“Karena itu, pemerintah juga mendorong
melalui kebijakan insentif fiskal agar tercipta keterlibatan dunia usaha dan
dunia industri dalam penyiapan sumber daya manusia berkualitas di industri
pelumas,” sebutnya.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT
Shell Indonesia yang telah merealisasikan komitmennya dalam meningkatkan investasi
dan kapasitas industri pelumas, guna mendukung pertumbuhan perekonomian
nasional.

“Tentunya harapan kami, PT Shell Indonesia
dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah, baik dalam peningkatan
kapasitas industri sektor pelumas, maupun dalam pengembangan litbang dan teknologi
pelumas di tanah air sehingga memberikan kontribusi yang nyata bagi sektor
industri dan perekonomian nasional,” tandasnya.

Kata Khayam, PT Shell Indonesia yang
telah berhasil memperoleh Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional
Indonesia (SPPT SNI) untuk seluruh varian produk pelumas otomotif dan berhak
membubuhkan tanda SNI pada label produk pelumas.

“Seiring dengan rencana peningkatan kapasitas
dan perluasan pabrik ini, diharapkan agar nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) pelumas Shell dapat terus ditingkatkan dengan mengembangkan bahan baku
pelumas di Indonesia,” ujarnya.

President
Director and Country Chair
Shell Indonesia, Dian
Andyasuri menyampaikan, Shell Indonesia menginvestasikan perluasan pabrik
pelumas (Lubricant Oil Blending Plant
/LOBP) berkelas dunia yang berlokasi di Marunda, Bekasi untuk menggandakan kapasitas
produksinya.

Perluasan pabrik dari sebelumnya 7,5 hektar
menjadi 9 hektar ini
diharapkan mampu
memproduksi 300 juta liter produk pelumas per tahun.

“Ekspansi ini memungkinkan Shell untuk memenuhi
permintaan pasar pelumas dalam negeri yang terus meningkat dan berkontribusi
dalam pengembangan industri hilir di Indonesia,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img