Rabu, April 1, 2026

Dorong Inovasi Berkelas Global, USH Hadirkan Pakar dari Ming Chi University of Technology Taiwan

Must Read

Universitas Sugeng Hartono (USH) menghadirkan pakar dari Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan, Prof. Thu-Hua Liu, dalam rangkaian kegiatan CreaFest 2026. Kehadiran akademisi internasional ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong inovasi mahasiswa yang berorientasi global.

Melalui agenda International Seminar, pakar tersebut membawakan topik “A Global Learning Blueprint: Shaping Innovative Minds for a Global Future”. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya desain pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan terintegrasi dengan perkembangan global untuk membentuk generasi inovatif.

Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran wawasan antara mahasiswa, pelajar, dan akademisi, sekaligus memperkenalkan perspektif internasional dalam proses pembelajaran. USH memandang bahwa paparan langsung terhadap pemikiran global menjadi salah satu faktor penting dalam membangun daya saing lulusan.

Selain seminar, CreaFest 2026 juga menampilkan pameran inovasi mahasiswa yang mengangkat berbagai solusi berbasis teknologi. Di antaranya adalah pengembangan sistem computer vision untuk deteksi kantuk serta proyek metaverse Keraton Surakarta yang menggabungkan teknologi digital dengan pelestarian budaya.

Sejumlah karya lain juga menyoroti aspek sosial dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan dokumentasi proyek mahasiswa, terdapat aplikasi kesehatan mental seperti Sijiwa yang membantu pengguna memahami pola emosi, serta platform pengelolaan sampah digital ZeroCycle yang mengusung konsep “sedekah sampah” . Berbagai inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

Ketua panitia CreaFest 2026, Nimas Ratna Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengalaman belajar yang nyata.

“CreaFest tidak hanya ajang melihat, tetapi merasakan langsung pengalaman belajar dalam konteks global. Kami ingin siswa memiliki gambaran nyata tentang bagaimana mereka bisa berkembang dan berkontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.

Rektor Universitas Sugeng Hartono, Jacob F. N. Dethan, menegaskan bahwa pendidikan global tidak harus identik dengan biaya tinggi maupun akses yang terbatas.

“Kami percaya bahwa pendidikan global tidak harus mahal dan jauh. CreaFest merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Sugeng Hartono untuk menghadirkan pengalaman tersebut secara nyata di Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar siap menjadi bagian dari dunia global,” ungkapnya.

Melalui kehadiran pakar internasional ini, Universitas Sugeng Hartono menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan dunia masa depan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Belanja Pascalebaran Dorong Konsumsi Rumah Tangga, Shopee Bidik Momentum Pemulihan Aktivitas Ekonomi

Momentum pascalebaran dinilai menjadi salah satu pendorong penting bagi pergerakan konsumsi rumah tangga, seiring masyarakat yang mulai kembali menjalani...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img