Moneter – PT Bank Jago Tbk (ARTO)
merilis aplikasi digital Jago Syariah yang diharapkan bisa menjadi katalis
positif dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan industri keuangan syariah serta
meningkatkan kontribusi perbankan syariah terhadap perbankan nasional.
“Kami meyakini kehadiran aplikasi Jago
Syariah akan berdampak positif dalam mendorong kontribusi ekonomi syariah
terhadap perekonomian nasional,” kata Direktur Utama Bank Jago Kharim
Siregar, Selasa (22/2/2022).
Kata Kharim, aplikasi Jago Syariah
dirancang sebagai aplikasi personal yang membuat pengelolaan keuangan menjadi
lebih simpel, kolaboratif, dan inovatif.
“Di aplikasi ini nasabah dapat merasakan
inovasi dan fitur unggulan, seperti Kantong (Pockets) dengan akad wadiah dan
kemampuan terintegrasi dengan ekosistem digital lain, termasuk Gojek, GoPay,
dan Bibit,” ucapnya.
“Dengan hadirnya Jago Syariah, kami
bertekad mewujudkan aspirasi besar kami dalam meningkatkan kesempatan tumbuh
segmen syariah melalui solusi keuangan digital yang fokus pada kehidupan
sehari-hari atau life-centric finance
solution,” ujar Kharim.
Jelasnya, bahwa aplikasi Jago Syariah
tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi nasabah yang sudah ada, tetapi
dapat menjadi terobosan baru dalam mengakselerasi inklusi dan literasi keuangan
di segmen syariah yang belum terlayani dengan layak (underserved).
Berdasarkan Statistik Perbankan
Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2021 lalu,
aset perbankan syariah (bank syariah dan UUS) tercatat sebesar Rp646 triliun
atau hanya 6,5 persen dari total aset perbankan umum sebesar Rp9.913,7 triliun.
Sementara dana pihak ketiga (DPK)
mencapai Rp512,8 triliun atau hanya sebesar 7 persen dari total DPK perbankan
umum yang mencapai Rp7.323,4 triliun.




