Moneter.co.id – Kementerian Perindustrian menerima 10 kendaraan listrik dari Mitsubishi
Motors Corportion (MMC). Kendaraan
itu untuk mendukung program Low Carbon
Emission Vehicle (LCEV)
yang ramah lingkungan. Kesepuluh mobil tersebut, terdiri
dari delapan unit Mitsubishi
Outlander PHEV (model SUV plug-in hybrid) dan dua unit Mitsubishi
i-MiEV.
Penyerahan kendaraan listrik tersebut dilakukan
secara simbolis oleh CEO MMC Osamu Masuko kepada Menperin Airlangga, dan
selanjutnya Menperin akan menyerahkan secara simbolis kepada
masing-masing Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris
Negara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Ristekdikti, Kapolri,
serta Kepala BBPT.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa salah
satu sumber pemanasan global adalah dari emisi CO2 kendaraan bermotor yang mengkonsumsi bahan
bakar fosil.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi sebuah
langkah positif dalam mempercepat pengembangan teknologi industri otomotif
nasional yang ramah lingkungan dengan emisi karbon rendah,” tutur
Airlangga di acara
Serah Terima Kendaraan Listrik Mitsubishi di Kementerian Perindustrian,
Jakarta, Senin (26/2).
Sementara, Dirjen
Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)
Harjanto menyampaikan bahwa acara serah terima kendaraan listrik ini merupakan
tindak lanjut dari komitmen Kemenperin dan MMC melalui penandatanganan kerja
sama pada 30 Oktober 2017 dalam mendukung program pengembangan kendaraan
LCEV.
“Kerja sama ini mencakup tiga hal, yaitu
studi bersama di bidang teknologi dan pengembangan kendaraan listrik,
sosialisasi penggunaaan kendaraan listrik dan penggunaan kendaraan listrik
untuk kepentingan umum,” ungkap Harjanto.
Nantinya, kendaraan-kendaraan
ini akan disertakan dalam serangkaian studi bersama untuk melihat kinerja mobil
listrik di lalu lintas Indonesia yang memiliki karakteristik khusus serta
melihat respon konsumen, dan juga sebagai sosialisasi kendaraan listrik di
Indonesia.
“Bahwa
studi bersama ini merupakan langkah untuk mendukung transisi Indonesia ke era
industri kendaraan bermotor emisi rendah karbon,”
kata Osamu Masuko.
Menteri Peridustrian berharap agar kerjasama
ini mampu mewujudkan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan
industri automotif dalam negeri sehingga mampu memproduksi kendaraan ramah
lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun global.
(TOP)




