Moneter.id – Anak perusahaan financial technology
(fintech) EDENA Group, PT Edena Capital Nusantara mempersiapkan peluncuran Security
Token Offering (STO) Platform pada kuartal IV-2025 untuk mendukung
ekosistem perdagangan kredit karbon di Indonesia.
Platform STO tersebut akan menjalankan tokenisasi dan
memperdagangkan kredit karbon premium yang terverifikasi.
“Misi kami adalah membuka akses ke aset premium seperti
kredit karbon melalui STO, membuatnya mudah diakses oleh investor ritel,” kata CEO
EDENA Group Wook Lee di Jakarta, Sabtu (6/9/2025).
Wook Lee menyatakan para investor dapat berinvestasi dalam
ekosistem kredit karbon nasional mulai dari 10 dolar AS (Rp 164.360, kurs per
hari ini=Rp16.420) melalui teknologi STO.
“Ekosistem STO memanfaatkan teknologi blockchain
untuk mengubah aset dunia nyata menjadi token digital, sehingga memungkinkan
dilakukannya investasi skala kecil pada aset yang biasanya memerlukan modal
besar,” ucap Wook Lee.
Selain mengembangkan STO Platform, Wook Lee mengatakan
pihaknya juga menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan kredit karbon
Indonesia menerima valuasi yang tepat di pasar global.
“Sejumlah proyek kredit karbon saat ini sedang dalam tahap
peninjauan, salah satunya di sektor perkebunan kelapa sawit,” kata Wook Lee.
Dirinya memastikan pihaknya sepenuhnya mematuhi kerangka
regulasi pemerintah Indonesia dan berkomitmen untuk menyediakan lingkungan
perdagangan yang aman.
EDENA Group juga berupaya untuk memperluas ekosistem STO dan
menjalin kerja sama dengan Indodax, perusahaan fintech di bidang blockchain dan
aset kripto asal Indonesia.
Diketahui, pada Jumat (5/9/2025), perseroan mengumumkan
pencatatan Token EDENA pada platform Indodax, dengan target menjangkau lebih
dari 2,7 juta investor Indonesia.




