Kamis, Januari 15, 2026

Ekspor Makanan Olahan RI ke Korsel Naik 43,81% di Semester I/2017

Must Read

Moneter.co.id – Makanan
olahan Indonesia terus menggempur pasar Negeri Ginseng Korea Selatan (Korsel).
Pada semester I 2017 ekspor produk ini meningkat sebesar 43,81% dibandingkan
periode yang sama tahun 2016, menjadi senilai USD 57,05 juta. Beberapa produk
yang permintaannya meningkat antara lain tembakau, molase, rumput laut, malt,
serta wafer. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor
Nasional, Kementerian Perdagangan, Arlinda.

“Dalam lima
tahun terakhir, tren ekspor makanan olahan Indonesia ke Korsel meningkat
sebesar 7,66% dengan nilai ekspor pada 2016 sebesar USD 94,18 juta. Capaian ini
tidak lantas menjadikan kita terbuai. Nilai ini akan terus digenjot,” kata
Arlinda, Jumat (27/10).

Indonesia
bersama negara-negara ASEAN lain merupakan pemasok produk makanan olahan ke
Negeri K-Pop itu. Kali ini, ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Korsel
akan digenjot lewat pameran ASEAN Trade Fair 2017 di Seoul, Korsel pada 25-28
Oktober 2017.

Kemendag
bekerja sama dengan Atase Perdagangan RI di Seoul, Kedutaan Besar RI di Seoul,
dan ASEAN-Korea Centre (AKC) menghadirkan Paviliun Indonesia dalam pameran
tersebut. Pameran ASEAN Trade Fair 2017 dilaksanakan bersamaan dengan ‘Food Week
Korea 2017’ pada 25-28 Oktober 2017.

“Pameran ini
menjadi peluang untuk memasuki pasar Korsel yang potensial. Partisipasi
Indonesia juga memberi kesempatan bagi industri produk makanan olahan dan
produk terkait lainnya dari Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini di
pasar Korsel,” ujar Arlinda.

Arlinda
menambahkan, para peserta pameran juga dapat memperoleh informasi mengenai
perkembangan industri makanan Korsel, aturan impor yang berlaku, serta membedah
selera konsumen lewat seminar dan mempelajari industri Korsel lewat kunjungan
ke perusahaanperusahaan.

Dalam ASEAN
Trade Fair 2017, Paviliun Indonesia menampilkan 10 perusahaan makanan dan
minuman. Perusahaan-perusahaan ini telah melewati proses seleksi terlebih
dahulu. Produkproduk yang dipamerkan dan ditawarkan ke pasar Korsel antara lain
ready to drink tea, instant noodle, noodle snack, confectionery, ginger tea,
ginger coffee, crackers & peanuts, healthy curcumin drink, chocolate,
biscuit, snack, candies, chewy, fruit juice (nata de coco, aloe vera, jellies), spice, sauce (chili mix, satay sauce, chili sauce), nut, honey (peanut
butter
), dan fruit (puree: jams, sauce).

‘Food Week
Korea’ adalah salah satu pameran dagang makanan dan minuman skala internasional
terbesar di Korsel. Tahun lalu, pameran ini dikunjungi 59.322 orang dan diikuti
891 peserta. Tercatat lebih dari 174 peserta datang dari 41 negara yaitu China,
Jepang, Hong Kong, India, Iran, Taiwan, Filipina, Malaysia, Singapura,
Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja,
Denmark, Belanda, Sri Lanka, Belarus, Ekuador, Italia, Inggris, Latvia, Belgia,
Prancis, Bulgaria, Austria, Swedia, Republik Slovakia, Portugal, Kroasia,
Lituania, Irlandia, Estonia, Spanyol, Jerman, Polandia, Turki, Yunani, dan
Meksiko.

“Industri
makanan dan minuman merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pendapatan
nonmigas Indonesia. Konsistensi kehadiran produk makanan dan minuman Indonesia
di Korsel diharapkan dapat terus terjaga untuk meningkatkan nation branding
Indonesia dan mendorong ekspor Indonesia ke pasar yang lebih luas,” pungkas Arlinda.


(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img