Moneter.co.id – PT Ristia
Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) mengantongi laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp 14 miliar pada 2017. Nilai
tersebut naik 316.25% dibandingkan dengan capaian perseroan pada tahun
sebelumnya rugi sebesar Rp 6,7 miliar.
Berdasarkan informasi
emiten property tersebut disampaikan Jumat (30/3), dalam dua tahun terakhir,
raihan laba bersih RBMS terus membaik. Profitabilitas RBMS sejalan dengan
raihan pendapatan bersih yang meningkat.
Pada 2017, RBMS
membukukan pendapatan bersih sebesar Rp. 73.17 miliar atau naik 307.78%
dibandingkan dengan capaian pada 2016 yang sebesar Rp. 17.94 miliar dikarenakan
adanya peningkatan atas transaksi penjualan real estate melalui fasilitas
kredit kepemilikan rumah (KPR).
Pada akhir 2017, total aset
perseroan sebesar Rp. 218.76 miliar atau meningkat 30.61% dibandingkan dengan
tahun sebelumnya yang sebesar Rp.167.48 miliar.
Pada tahun
2017, perseroan melakukan diversifikasi penjualan perumahan dari sebelumnya
mengembangkan perumahan kelas menengah, sekarang perseroan fokus melakukan
penjualan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendukung
program 1 juta rumah per tahun dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan
(FLPP) melalui entitas anak PT. Alam Indah Selaras (AIS).
Direktur Utama RMBS, Richard
R Wiriahardja mengatakan, perseroan juga mendapatkan recurring income positif dari bisnis perhotelan melalui entitas
asosiasi PT. Tiara Raya Bali Internasional (TRBI) yang memiliki Hotel Le
Meridien Bali Jimbaran. Sebagai informasi, perseroan tahun ini menargetkan
pendapatan sebesar Rp120 miliar, setelah akuisisi PT Tiara Raya Bali
Internasional.
“Jika kami
menguasai 99,1%, maka pendapatan Le Meredien Bali akan terkonsolidasi dalam
laporan keuangan kami,” kata Richard.
(HAP)




