Moneter.id
– Emiten
produsen rokok PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) membagikan dividen tunai
sebesar Rp3,5 per lembar atau setara Rp7,35 miliar kepada pemegang saham dari
total laba Rp 27,27 miliar atau 26,95%.
Berdasarkan hasil laporan keuangan per kuartal I/2020, perseroan berhasil membukukan laba
bersih sebesar Rp14,3 miliar atau meningkat 170,88% lebih tinggi dari periode
yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, pendapatan Wismilak juga melonjak
19,8% secara tahunan Rp374,9 miliar.
Kata
Sekretaris Perusahaan Wismilak Inti Makmur, Surjanto Yasaputera, kinerja perseroan yang cukup
menggembirakan ini merupakan hasil dari strategi yang dilakukan secara cermat
dan terarah yang berfokus pada 3 hal utama, yakni optimalisasi kapasitas produksi,
peningkatan kualitas produk dan penetrasi pasar.
“Pertumbuhan
penjualan tahun ini didorong oleh produk baru tersebut,” ucap Surjanto.
Menurut Surjanto,
produk-produk baru perseroan berada rentang harga terjangkau, sementara segmen
produk di rentang harga yang terjangkau, menurut Surjanto, cenderung lebih
diminati belakangan ini.
Pemicunya ada dua yakni naiknya harga
produk-produk rokok di tier 1 akibat harga jual eceran (HJE) yang meningkat di
tahun 2020 serta daya beli masyarakat yang melemah di tengah situasi pandemi.
“Produk rokok yang kami luncurkan beberapa
waktu terakhir ini berada dalam range (harga)
yang cukup affordable sehingga
bisa menjadi alternatif pengganti buat konsumen yang merasa rokok sebelumnya
terlalu mahal harganya,” ungkap Surjanto.
Wismilak hingga saat ini belum merilis
data kinerja semester I/2020, namun perseroan menyatakan terdapat kenaikan
volume penjualan yang cukup signifikan dengan total volume penjualan meningkat
34% yoy pada kuartal II/2020, lebih tinggi dari volume penjualan yang naik 20%
yoy pada kuartal I/2020.
Terkait belanja modal, Wismilak
menganggarkan biaya sebesar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar untuk pemeliharaan
mesin mengingat kapasitas produksi yang relatif masih cukup banyak.




