Kamis, Januari 15, 2026

ESDM – PLN Godok Penyederhanaan Kelas Daya Listrik Non Subsidi

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) terus
menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga
non-subsidi
bagi pelanggan golongan 900 Volt Ampere
(VA) tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA dan 3.000 VA.

Kepala Biro
Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana,
mengatakan semua golongan tersebut akan disederhanakan dengan dinaikkan dan
ditambah dayanya menjadi 4.400 VA.

Sementara itu,
golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900
VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang  disubsidi oleh pemerintah,
tidak mengalami perubahan. 
“Hal
ini sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun
2018,” kata Dadan, 
Minggu (12/11).

Selain itu,
penyederhanaan juga dilakukan pada golongan listrik kelas atas, seperti
golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi
13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di loss stroom.

Ke depannya golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya akan terbagi
dalam:

1. Pelanggan
listrik dengan subsidi (450 VA dan 900 VA subsidi)

2. Pelanggan listrik non-subsidi 4.400 VA dan 13.000 VA.

3. Pelanggan listrik non-subsidi 13.000 VA ke atas (loss
stroom
).

Dadan menjelaskan,
kenaikan dan penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada pengeluaran
biaya listrik masyarakat karena tidak akan dikenakan biaya apa pun, dan besaran
tarif per KWH tidak akan berubah.

Untuk itu,
pemerintah berharap dengan penyederhanaan golongan pelanggan listrik 
tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Karena visi
besar pemerintah dalam bidang kelistrikkan adalah menaikkan kapasitas listrik,
pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97 persen
hingga 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik.

Dengan begitu,
masyarakat yang memiliki Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan
diuntungkan dengan program ini. Hal itu karena selama ini UMKM rata-rata adalah
pelanggan golongan 1.300 VA hingga 3.300 VA.

“Dengan
kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per KWH, UMKM dapat
berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa
mengeluarkan biaya tambahan,” ujarnya.

Dadan
menambahkan, program penambahan dan pembangunan pembangkit listrik yang sedang
dikerjakan oleh pemerintah diharapkan bisa dinikmati secara langsung oleh
masyarakat.

Sebab, selama
ini keterbatasan daya listrik akibat pembatasan golongan mengakibatkan daya
listrik lebih banyak dinikmati oleh dunia usaha besar dan pelanggan golongan
industri saja.

Dengan rencana
ini, ke depan pemerintah mendorong agar rumah tangga Indonesia dapat
menggunakan kompor induksi. Kompor induksi atau dikenal sebagai kompor listrik,
merupakan jenis kompor yang memanfaatkan reaksi magnet dari energi listrik
untuk menghasilkan panas.

Kompor induksi
menggunakan sekitar 300-500 watt daya listrik dengan biaya per kalori lebih
rendah dari penggunaan Elpiji 3 Kg. Pengurangan penggunaan Elpiji 3 Kg
bertujuan untuk mengurangi angka impor dan subsidi LPG yang saat ini sudah
membengkak dari Rp7 triliun menjadi Rp20 triliun. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img