Moneter –
Platform social commerce, Evermos mengumumkan telah meraih pendanaan Seri B lebih dari
US$30 juta atau setara dengan Rp426 miliar (kurs Rp 14.200).
Pendanaan ini dipimpin oleh investor baru UOB Venture
Management lewat Asia Impact Investment Fund II dan turut melibatkan IFC, MDI
Ventures, Telkomsel Mitra Innovation (TMI), Future Shape.
Dua investor lama Evermos, Jungle Ventures dan Shunwei
Capital, yang merupakan investor sejak 2019 juga turut terlibat dalam pendanaan
yang melebihi permintaan (oversubscribed)
ini.
“Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat tim
kepemimpinan dan pertumbuhan Evermos, melakukan ekspansi secara geografis dan
untuk mengembangkan teknologi,” tulis keterangan resmi Evermos di Jakarta,
Kamis (23/9/21).
Menurut laporan McKinsey tahun 2021, industri social
commerce Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami pertumbuhan hingga
mencapai US$25 miliar (setara dengan Rp 356 triliun) pada tahun 2022. Pertumbuhan
ini semakin dipercepat dengan adanya pandemi COVID-19 karena membuat
orang-orang mencari sumber pendapatan alternatif.
Diketahui, Evermos adalah anggota World Economic Forum
yang merupakan bagian dari komunitas inovator global. Ini merupakan komunitas
yang anggotanya adalah startup terpilih karena dinilai sebagai perusahaan
rintisan dengan inovasi teknologi dan model bisnis terbaik.
Pada Agustus 2021, Evermos juga masuk dalam daftar The
Top 100 to watch dari majalah Forbes yang membahas startup yang sedang naik
daun di Asia.




