Moneter.id – Prabowo Subianto mencalonkan diri sebagai calon
presiden (Capres) di Pemilu 2019 untuk kali keempatnya. Pertama, Prabowo kalah suara dalam seleksi untuk menjadi calon
presiden dari partai Golkar oleh Wiranto.
Kedua,
pada tahun 2009 ia kembali maju dengan partai politiknya, yakni Gerindra tapi
gagal karena tak mampu memenuhi persyaratan. Ketiga, ia kembali bertanding di Pilpres 2014, namun kalah dari
Joko Widodo (Jokowi).
Bermodalkan kepiawannya yang telah lama berkarier di
dunia militer, bisnis dan politikus, ia opitimistis bisa menjadi orang nomor
satu di Indonesia dengan menggandeng Sandiaga Uno sebagai pendampingnya pada
Pilpres 2019 mendatang.
Kendati para kritikus politik menilai sejarah
kegagalan Prabowo sebelumnya akan mempersulit dirinya untuk menghadapi Jokowi
di pemilu 2019, tapi dia tetap mantap mencalonkan diri. Ia mantap karena
mendapatkan dukungan dari partai-partai koalisi.
Berikut fakta menarik dari Prabowo Subianto dikutip
dari laman Cermati.com, Sabtu (02/2):
Pertama,
Garis Keturunan dan Luar Negeri. Prabowo Subianto
Djojohadikusumo lahir pada tanggal 17 Oktober 1951 di Jakarta. Putra dari
begawan ekonomi Indonesia Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Soemitro ini
banyak menghabiskan masa kecil hingga remajanya di luar negeri.
Prabowo memiliki banyak almamater pendidikan di luar
negeri karena mengikuti orangtuanya yang berpindah-pindah tugas, yaitu SD di
Hongkong, Victoria Institution di Malaysia, Zurich International
School di Swiss dan American School di London.
Cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota
BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama ini mengenyam
pendidikan terakhirnya Akademi Militer di Magelang tahun 1970, karena
keinginannya mengejar kariernya di dunia kemiliteran.
Prabowo juga merupakan keturunan langsung dari
Panglima Laskar Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu) yang bernama Raden
Tumenggung Kertanegara III. Ia juga terhitung sebagai salah seorang keturunan
dari Adipati Mrapat, Bupati Kadipaten Banyumas Pertama. Selain itu, garis keturunannya
dapat ditilik kembali ke sultan-sultan Mataram.
Kedua,
Kemiliteran. Paman Prabowo adalah Soebianto
Djojohadikoesoemo yang merupakan salah satu perwira TRI (Tentara Republik
Indonesia) dan meninggal dalam pertempuran kemerdekaan di Lengkong. Orangtua
Prabowo pun menyematkan namanya menjadi nama belakang Prabowo.
Sosok heroiknya sebagai salah satu pahlawan
Indonesia sangat memengaruhi karier Prabowo di dunia militer. Prabowo meraih
berbagi prestasi di dunia militer dengan berhasil menjadi komandan termuda saat
mengikuti operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
Sejarah karir militer Prabowo secara singkat seperti
pada tahun 1974 – 1985, ia sebagai Kopassus, pada 1985 – 1993 ia menjabat
sebagai Kostrad dan pada 1995 – 1998, ia menjabat Panglima Kostrad. Jabatan
terakhirnya adalah Komandan Sekolah Staf dan Komandan ABRI dengan pangkat
Letnan Jenderal
Sayangnya, karier militernya harus kandas pada tahun
1988. Dia diberhentikan oleh Presiden Habibie saat itu, karena dicurigai
terlibat dalam kasus penculikan para aktivis ketika masih menjabat sebagai
Danjen Kopassus.
Ketiga,
Bisnis dan Politik. Usai tak lagi aktif di karier militer,
Prabowo berkeliling Eropa untuk mempelajari banyak strategi bisnis hingga
akhirnya jadi pengusaha mengikuti adiknya, Hashim Djojohadikusumo, dan mulai
menjalankan bisnisnya yang bergerak dalam bidang migas, pertanian, pertambangan
dan pulp.
Prabowo berhasil menjadi CEO dari 27 perusahaannya
yang tersebar tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Sosoknya
menjadi seorang pebisnis banyak memakan perhatian karena kesuksesannya yang
berhasil menyelamatkan ekonomi banyak petani dan pedagang tradisional dengan
menjadikan mereka tumpuan utama bisnis perkebunan dan pertaniannya.
Pada tahun 2004, Prabowo mendirikan partai Gerindra
dan sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum. Partai Gerindra ini dinilai sukses
menjadi partai politik baru karena mendapatkan suara sebanyak 4.646.406 atau
4,5% pada pemilu 2009 dan berhasil mengirim 26 orang wakilnya pada pemilu
legislatif 2009.
Selanjutnya pada periode pemilu 2014, angka tersebut
naik menjadi 14.760.371 (11,81%), berhasil mendapatkan 47 kursi di DPR
dan menjadi partai urutan ke-3 yang paling banyak di coblos. Walaupun kalah
suara dalam pemilihan presiden, tapi sosok Prabowo sebagai politikus makin
dikenal seluruh kalangan masyarakat Indonesia.
Keempat, Capres.
Pada Pilpres 2019, Prabowo menggandeng pengusaha muda kaya Sandiaga Uno sebagai
Cawapres.
Meski banyak rumor yang mengatakan bahwa dipilihnya
Sandiaga sebagai cawapres karena kekurangan modal kampanye, tapi pasangan
capres dan cawapres ini tetap mantap mencalonkan diri untuk Pilpres 2019. Kemudian,
sebenarnya berapa banyak harta kekayaan Prabowo?
Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
(LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Prabowo memiliki total kekayaan
sebesar Rp1.952.013.493.659
Dilansir, Kompas.com,
Senin (13/8/2018 ) pada tahun 2014 lalu, Prabowo tercatat memiliki total harta
kekayaan sebesar Rp 1.670.392.580.402 dan USD 7.503.134.
Jumlah kekayaan Prabowo terbagi dalam tanah dan
bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, surat berharga,
kas dan setara kas. Prabowo memiliki harta berupa total 10 bidang tanah dan
bangunan di wilayah Bogor dan Jakarta Selatan dengan nilai total Rp
230.443.030.000. Ketua Umum Gerindra itu juga memiliki 8 kendaraan pribadi
dengan nilai total Rp 1.432.500.000.
Kedelapan kendaraan yang dimiliki Prabowo seperti
Toyota Alphard Minibus Tahun 2005 senilai Rp 400 juta, Honda CRV Jeep senilai
Rp 200 juta, Land Rover Tahun 1994 senilai Rp 50 juta dan Toyota Land Cruiser
Tahun 1980 senilai Rp 50 juta.
Selain itu, terdapat pula Mitsubishi Pajero Tahun
2000 senilai Rp 175 juta, Sepeda Motor Suzuki Tahun 2002 senilai Rp 7,5 juta,
Toyota Lexus Tahun 2002 Rp 500 juta dan Land Rover Tahun 1992 Rp 50 juta.
Sementara harta bergerak lainnya yang dimiliki
Prabowo senilai Rp 16.418.227.000. Ia juga memiliki surat berharga yang
mencapai Rp 1.701.879.000.000. Selain itu kas dan setara kas senilai Rp
1.840.736.659.
So, gunakan hak suara kamu di pemilu tahun 2019
nanti, dan berikan kontribusi sebagai warga negara yang baik untuk bangsa
Indonesia. Selamat memilih!




