Selasa, Maret 3, 2026

FAKTA: Pembentukan Yayasan Dunia Tanpa Asap Rokok Lelucon yang Tidak Lucu

Must Read

Moneter.co.id – Pembentukan
Yayasan Dunia Tanpa Asap Rokok atau The Foundation for a Smoke Free Word oleh
Philip Moris Internasional (PMI) pada 13 September 2017 merupakan
lelucon yang tidak lucu. Demikian disampaikan 
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan, Selasa (3/10).

Azas menjelaskan, pembentukan
yayasan itu merupakan cara untuk mengelabui dan mempengaruhi Pemerintah dan
masyarakat bahwa industri rokok mempunyai image baik. 

“Kami
yang bergerak dalam pengendalian tembakau di Indonesia menganggap hal di atas
adalah sebuah lelucon dan akal-akalan industri rokok di manapun di dunia,”
jelasnya.  

Menurutnya,
kegiatan mendirikan Yayasan Dunia Tanpa Asap Rokok adalah sejajar dan sebangun
dengan program kerjasama untuk Program “Larangan Merokok bagi Remaja”
yang diluncurkan oleh industri rokok Indonesia dengan asosiasi retail beberapa
waktu yang lalu.

Ia menegaskan bahwa FAKTA serta seluruh jaringan Indonesia Tobacco Control
Network
(ITCN) akan terus mengawasi dengan seksama perkembangan alur polemik sepak
terjang industri tembakau tersebut karena biasanya wabah itu akan masuk dengan
mudah juga ke Indonesia. 

Azas menambahkan, deklarasi
PMI sangat jelas mempunyai agenda tersebunyi seperti lobi-lobi politik dalam
pembentukan regulasi peredaran tembakau di setiap negara. Sumbangan yang
diberikan PMI kepada sebuah yayasan bergerak dalam tembakau control sama dengan
memberikan setengah jiwa kecil perusahaan untuk merubah cara pandang pergerakan
yayasan.

“Hal ini dapat membahayakan ketika Yayasan bergerak dalam advokasi
pembentukan regulasi,” tegasnya.

Sasaran
regulasi memang sudah hal yang biasa menjadi incaran para pengusaha tembakau,
yang tidak lain dan tidak bukan, semisal isu sekitar cukai tembakau, iklan,
promosi dan sponsor produk tembakau, kawasan tanpa rokok, serta isu pengaturan
kemasan produk, kelancaran distribusi dan sebagainya. .

Jika
terjadi perubahan regulasi yang menghambat atau menyumbat perputaran ekonomi
PMI, maka mereka pasti akan menggunakan yayasan yang mereka dukung secara
finansial untuk menghasilkan penelitian yang memiliki unsur keberpihakan kepada
industi secara logis.

“Sampai
saat ini, upaya FAKTA dalam mempengaruhi laju perkembangan dampak produk
tembakau di Indonesia masih efektif. Kami selama ini melakukan pengkajian
regulasi bahkan mempertahankannya baik di dalam maupun di luar pengadilan
terkait pengendalian produk tembakau, industri tembakau terutama pada cukai,
pajak, dan aturan tentang kesehatan,” jelasnya. 

Lebih
lanjut, FAKTA mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap perilaku
industri rokok dan  bahaya rokok bagi kesehatan, lingkungan dan keuangan
keluarga.

“Selain
itu, Pemerintah juga harus lebih tegas untuk tidak melibatkan industri hasil
tembakau dalam penyusunan regulasi yang terkait dengan pengendalian
tembakau,” pungkasnya.


(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img