Senin, Januari 26, 2026

Fitch Ratings Naikkan Peringkat Utang Agung Podomoro dari C Jadi CCC-

Must Read

Moneter.id

Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional menaikkan peringkat utang emiten
properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi CCC-.

Fitch Ratings dalam informasi resminya di Jakarta, Kamis
(26/11/2020), menjelaskan, kenaikan peringkat ini ditopang rampungnya
restrukturasi pinjaman anak usaha perseroan.

“Surat utang senior senilai US$ 300 juta yang
diterbitkan pada 2 Juni 2017 oleh anak usaha perseroan, yakni APL Realty
Holdings Pte Ltd, juga mendapatkan kenaikan peringkat yang sama dengan
peringkat pemulihan RR4,” tulisnya.

Sementara, Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Land,
F Justini Omas menjelaskan, surat utang senior berdominasi dollar AS tersebut
dicatatkan dan diperdagangkan di Singapore Exchange Securities Trading.

“Surat utang ini dijamin dengan jaminan perusahaan
dari perseroan dan beberapa entitas anak. Kemudian, peningkatan peringkat
tersebut disebabkan oleh selesainya restrukturisasi pinjaman anak usaha
perseroan, yakni PT Bali Perkasa Sukses,” ucapnya.

“Bali Perkasa Sukses merupakan entitas anak perseroan
dengan kepemilikan 63,0% yang memiliki Hotel Indigo Bali Seminyak,” ujar dia.

Peningkatan peringkatkan tersebut juga didukung
kecukupan dana pada kas dan setara kas perseroan untuk memenuhi kebutuhan
pembayaran kewajiban yang akan datang.

Sebelumnya, Agung Podomoro Land dikabarkan berhasil
membukukan penjualan unit properti (marketing sales) sebanyak Rp 2,4 triliun
hingga akhir September 2020. Raihan ini meningkat 76% dari periode yang sama
tahun 2019 senilai Rp 1,4 triliun.

Justini mengatakan, sebagian besar pencapaian tersebut
dikontribusikan penjualan lahan industri di Karawang, Jawa Barat, seluas 175
hektare yang telah dituntaskan pada September 2020.

Tahun ini, perseroan menargetkan total marketing sales
mencapai Rp 2,7-3 triliun. Selain itu, raihan tersebut disumbangkan dari
penjualan Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View, Cimanggis dan Podomoro
City Deli di Medan. Keempat proyek ini menyumbang sekitar 88% dari total
marketing sales.

Hingga semester I/2020, perseroan memiliki lahan
seluas 761,3 hektare yang dibagi menjadi dua area, yakni lahan seluas 323,8
hektare dalam pengembangan dan seluas 437,5 hektare untuk pengembangan
mendatang.

“Untuk lahan dalam pengembangan terletak di Jakarta
dan sekitarnya seluas 59,1 hektare, Karawang seluas 5,7 hektare, Bogor seluas
91,2 hektare, Bandung seluas 117,0 hektare, Batam seluas 40,8 hektare, Medan
seluas 5,2 hektar dan Balikpapan seluas 4,9 hektar,” jelas dia.

Sedangkan untuk pengembangan mendatang, perseroan
memiliki lahan di Jakarta seluas 30,1 hektar, Karawang seluas 374,3 hektar,
Bandung seluas 10,7 hektar, Bali seluas 7,4 hektar dan Makassar seluas 15
hektar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bitcoin (BTC) Anjlok Jelang FOMC Pekan Ini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah -2,75% bertengger di $86.850 (IDR 1.455.405.638) kembali turun setelah gagal melewati MA-50...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img