Minggu, Maret 1, 2026

Fluktuasi Harga Tambang Internasional Pengaruhi HPE Periode November 2020

Must Read

Moneter.id
Fluktuasi
harga internasional memengaruhi penetapan harga patokan ekspor (HPE) produk
pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode November 2020.

Dibandingkan dengan HPE periode Oktober 2020, sebagian
besar komoditas mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam
Peraturan Menteri Perdagangan No. 85 Tahun 2020, tanggal 23 Oktober 2020.

“HPE produk pertambangan periode November 2020 yang
mengalami fluktuasi, diantaranya komoditas konsentrat mangan, konsentrat
ilmenit, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu.
Harga beberapa komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan dikarenakan
adanya permintaan dunia yang meningkat,” kata Direktur Jenderal Perdagangan
Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi belum lama ini.

Didi menambahkan, komoditas konsentrat tembaga;
konsentrat besi; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit); konsentrat
timbale; konsentrat seng; konsentrat pasir besi; dan konsentrat rutil mengalami
penurunan dikarenakan industri belum stabil sebagai dampak pandemi Covid-19.

Produk pertambangan yang dikenakan BK adalah
konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir
besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal,
konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah
dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat
besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan,
konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron
Ore Fine Australian.

Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir
besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London
Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan
yang mengalami kenaikan harga ratarata pada periode November 2020 adalah
konsentrat mangan(Mn ≥ 49 persen) dengan harga ratarata sebesar USD 213,63/WE
atau naik sebesar 1,04 persen; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan
harga rata-rata USD289,35/WE atau naik 1,96 persen; dan bauksit yang telah
dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata
USD 23,88/WE atau naik 1,12 persen.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan
HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) dengan harga
rata-rata sebesar USD 2.850,77/WE atau turun sebesar 1,77 persen; konsentrat
besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen dan ≤ 1 persen TiO2) dengan harga
rata-rata USD 103,10/WE atau turun 6,40 persen; konsentrat besi laterit (gutit,
hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10 persen)
dengan harga rata-rata USD 52,68/WE atau turun 6,40 persen; konsentrat timbal
(Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD 740,22/WE atau turun 6,64 persen;
konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata USD 597,68/WE atau
turun 7,05 persen; konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56
persen) dengan harga rata-rata USD 61,56/WE atau turun sebesar 6,40 persen; dan
konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata USD 848,44/WE atau
turun 0,89 persen. Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela
magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga ratarata USD 117,98/WE tidak mengalami
perubahan.

“Penetapan HPE periode
November 2020 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis
dan koordinasi dari berbagai instansi terkait,” tutup Didi. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img