Moneter.id – PT Bank
Muamalat Indonesia Tbk. tengah menyelesaikan proses
aksi korporasi dalam rangka revitalisasi dan penguatan struktur permodalan
perseroan.
Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana
mengatakan, pionir bank syariah Tanah Air ini akan mendapatkan suntikan modal yang
akan menjadikan posisi Bank Muamalat semakin kuat. Proses tersebut diharapkan
dapat segera rampung dalam waktu dekat.
“Saat ini kami dalam proses aksi korporasi dan
insya Allah bisa segera rampung. Kami mohon doa dan dukungan dari para stakeholder
agar niat baik ini dapat berjalan dengan lancar, ” ujarnya disiaran persnya di Jakarta akhir pekan lalu.
“Terima kasih atas dukungan, perhatian dan
kepercayaan dari seluruh pihak baik dari pemerintah, regulator hingga nasabah
selama proses aksi korporasi ini berlangsung,” ucap Permana.
Permana menambahkan, fundamental bisnis Bank Muamalat
masih sangat baik dan memiliki
nasabah yang sangat loyal dengan tingkat engagement yang tinggi.
Sebagai informasi, awal
tahun ini Bank Muamalat dinobatkan sebagai bank peringkat pertama dalam Satisfaction, Loyalty &
Engagement Awards.
Sejak
beroperasi pada 1 Mei 1992, perseroan terus berinovasi dengan menghasilkan
program dan layanan unggulan. Kartu Shar-E Gold Debit Bank Muamalat menjadi kartu chip bank syariah pertama yang dapat digunakan untuk bertransaksi bebas biaya,
dijutaan merchant di seluruh dunia.
Baca
juga: Bank Muamalat Luncurkan QRIS Dukung Transaksi
Nontunai
Bank
Muamalat juga meluncurkan kampanye #AyoHijrah yang mengajak masyarakat hidup berkah
dengan menggunakan layanan keuangan yang sesuai
dengan syariat.
Saat
ini, pemegang
saham Bank Muamalat Indonesia dimiliki oleh pemegang saham Islamic Development Bank atau IDB (32,7%),
Boubyan Bank, Kuwait (22,0%), Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (17,9%),
National Bank of Kuwait (8,45%), dan beberapa badan usaha dan individu lainnya. Boubyan Bank dimiliki oleh National Bank of Kuwait.




