Jumat, Maret 13, 2026

Forum Bisnis dan Business Matching: Indonesia-AS Tingkatkan Hubungan Perdagangan

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi pertemuan pelaku usaha Indonesia dan AS
dalam forum bisnis dan
one-on-one
business matching
di KBRI Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Selasa
(24/7).

Kegiatan
tersebut merupakan bagian dari misi dagang Menteri Perdagangan RI Enggartiasto
Lukita untuk menjaga keseimbangan hubungan dagang dengan AS, yang merupakan
salah satu pasar ekspor utama Indonesia.

“Hubungan
antarpelaku usaha dari dua negara juga perlu didorong dan ditingkatkan. Forum
bisnis ini diadakan untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan AS
di tengah persaingan bisnis dunia yang ketat,” jelas Mendag Enggar saat
memberikan pidato kunci dalam kegiatan forum bisnis dan
business matching.

Forum
bisnis dan
business matching
diselenggarakan lewat kolaborasi Kemendag dengan KBRI Washington DC,
perwakilan-perwakilan perdagangan Indonesia di AS (Atase Perdagangan DC, ITPC
Chicago dan LA), lembaga US Indonesia Society (USINDO), dan Kadin AS.

Forum
bisnis dan
business matching tersebut
merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kerja sama dagang Indonesia
dan AS dari sektor swasta, selain lewat upaya bilateral antarpemerintah.

“Forum
ini menjadi penting untuk menjaga dan mempererat hubungan dagang kedua negara
yang saling menguntungkan. Sebagai dua negara demokrasi besar dengan pasar yang
berkembang, diharapkan bisnis dan perdagangan diantara kedua negara dapat terus
meningkat,” kata Mendag Enggar.

Forum
Bisnis dan
one-on-one business matching
menghadirkan 32 perusahaan Indonesia untuk menjajaki berbagai peluang kerja
sama di Washington DC. Delegasi bisnis dari Indonesia terdiri atas Gabungan
Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia
(APROBI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Eksportir Buah dan
Sayur Segar Indonesia (ASEIBSSINDO), dan Gabungan Perusahaan Eksportir
Indonesia (GPEI)/Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI).

Sementara
itu, pelaku usaha dari Indonesia yang turut serta antara lain produsen ban
mobil, minyak kelapa sawit, produk pertanian dan hortikultura, perikanan, baja,
aluminium, tekstil dan produk tekstil, makanan dan minuman, produk susu, serta
consumer goods.

“Para
pelaku usaha Indonesia yang memiliki mitra dagang di AS siap meningkatkan
transaksi dagang
business-to-business
(
b-to-b) dengan para pelaku usaha AS.
Hal ini terbukti dengan adanya penandatanganan kerja sama perdagangan antara
pelaku usaha kedua negara,” imbuh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor
Nasional Kemendag, Arlinda.

Misi
dagang ke AS ini telah membuka kesempatan bagi Indonesia dan AS untuk
meningkatkan perdagangan. Pertemuan antara Mendag dengan petinggi Boeing, Senin
(23/7) lalu membuka peluang Indonesia untuk melakukan kerja sama investasi di
berbagai bidang aviasi seperti
maintenance,
repair, and overhaul (MRO), hub penyimpanan suku cadang, hingga
pengembangan industri bioavtur berbasis sawit.

Sementara
itu, kerja sama di sektor tekstil membuka peluang Indonesia untuk memperkuat
industri serta meningkatkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) ke AS
dengan dukungan bahan baku kapas dari AS.

Data
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total perdagangan Indonesia dan AS
tahun 2017 sebesar USD 25,91 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia
mencapai USD 17,79 miliar dan impor Indonesia sebesar USD 8,12 miliar. Dengan
demikian, Indonesia surplus terhadap AS sebesar USD 9,67 miliar.

Ekspor
utama Indonesia ke AS antara lain udang, karet alam, alas kaki, ban kendaraan,
dan garmen. Sementara impor utama Indonesia dari AS antara lain kedelai, kapas,
tepung gandum, tepung maizena, serta pakan ternak.

Total
perdagangan Indonesia-AS tahun 2017 meningkat 10% dibandingkan tahun 2016 yang
tercatat sebesar USD 23,44 miliar. Adapun tren perdagangan pada periode tahun
2013-2017 tumbuh positif sebesar 0,39%.

Sementara
itu, nilai perdagangan kedua negara untuk periode Januari-Mei 2018 telah
mencapai USD 11,85 USD. Nilai ini meningkat dibandingkan periode yang sama
tahun lalu yang tercatat sebesar USD 10,65 miliar.
 

 

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img