Moneter.co.id – PT
Freeport Indonesia (FI) secara resmi menghentikan layanan BPJS Kesehatan untuk 3.274
karyawannya. Penyetopan dilakukan hanya untuk mereka yang sudah tidak berstatus
karyawan.
Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan
sebanyak 3.274 karyawan tersebut telah mangkir kerja sejak Mei 2017. Pekerja
yang mogok dianggap mengundurkan diri secara sukarela.
“Jadi memang ada 3.274 karyawan yang mangkir atau tidak
masuk kerja berminggu-minggu. Kita panggil dan mereka tidak masuk, kita anggap
mengundurkan diri karena itu kita tak memberikan BPJS Kesehatan,” ujarnya
di Jakarta, Rabu, (28/3).
Ia
menambahkan pihaknya juga sudah berupaya mengimbau karyawan agar kembali
bekerja tapi mereka tetap melakukan aksi mogok sehingga mengakibatkan penurunan
produktivitas.
Meski demikian PTFI tetap membantu eks karyawannya menjadi
peserta mandiri di BPJS Kesehatan. “Kita bantu untuk menjadi peserta
mandiri karena dari perusahaan enggak bisa lagi mengiurkan,” kata Riza.
Sekedar informasi, pemberhentian karyawan Freeport bermula
dari aksi mogok pada 1 Mei 2017 lalu. Total pekerja yang mogok saat itu
berjumlah 3.500 orang tapi yang dinyatakan mengundurkan diri sebanyak 3.274
orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.200 pekerja merupakan warga asli Papua.
(HAP/Metro)




