Moneter.co.id – PT Smartfren
Telecom Tbk (FREN) mencatat kenaikan kerugian sekitar dua kali lipat atau
menjadi Rp3,022 triliun sepanjang tahun 2017. Capaian itu naik dibandingkan tahun sebelumnya
hanya Rp1,9 triliun.
Berdasarkan siaran
resmi persetoan di Jakarta, Selasa (6/3) meningkatnya rugi bersih FREN
disebabkan beban umum dan administrasi yang mencapai Rp6,214 triliun selama
2017 dan kerugian selisih kurs mata uang asing sebesar Rp45,932 miliar per
akhir tahun lalu, dari tahun sebelumnya berhasil untung Rp138,963 miliar.
Selain itu,
beban penjualan juga meningkat sekitar 31,60% atau menjadi Rp579,761 miliar
selama tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp440,680 miliar.
Beban keuangan
ikut membesar sekitar 18,51% atau menjadi Rp666,318 miliar per akhir 2017, dari
tahun sebelumnya Rp562,231 miliar.
Perseroan juga
harus menanggung rendahnya pendapatan keuangan dari Rp9,151 miliar selama 2016,
menjadi Rp5,796 miliar per akhir tahun lalu.
Kendati demikian, perseroan
mampu mengumpulkan pertumbuhan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp4,668
triliun atau naik 29%, dari tahun sebelumnya hanya Rp3,6 triliun.
Sampai akhir
Desember 2017, kas dan setara kas yang dimiliki FREN tercatat meningkat hampir
dua kali lipat atau menjadi Rp441,501 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya
hanya Rp210,329 miliar.
(TOP)




