Moneter.id
–
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi menerbitkan mandatory convertible bond (MCB) atau obligasi
wajib konversi (OWK) tahap I senilai Rp1 triliun dengan tenor tiga tahun.
Penerbitan OWK tahap I ini dilakukan melalui penandatanganan perjanjian dengan
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Obligasi
wajib konversi atau biasa disebut mandatory
convertibles merupakan obligasi jangka pendek dan biasanya memiliki
imbal hasil tinggi yang wajib dikonversikan menjadi saham biasa berdasarkan
harga pasaran yang berlaku pada saat konversi.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra
mengatakan penerbitan secara bertahap ini merupakan hasil kesepatan dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS). Penerbitan OWK tahap selanjutnya akan
mengikuti prinsip kehati-hatian.
“Penerbitan secara bertahap ini akan membantu Garuda
dalam mengeksekusi dana talangan secara tepat dan efektif. Dana ini harus dieksekusi
dengan sangat hati-hati karena ini adalah dana publik,” kata Irfan, Senin
(28/12/2020).
Jelas Irfan, Garuda akan menggunakan dana dari OWK ini
sesuai dengan kebutuhan bisnis perseroan. Garuda akan mepertanggubgjawabkan
dana tersebut sebaik mungkin dengan memaksimalkan kinerja perseroan secara
berkesinambungan.
“Dana ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja
fundamental perseroan,” bebernya.
Irfan optmistis pencairan OWK ini dapat meningkatkan
fokus akselerasi kinerja perusahaan secara konsisten. “Pendapatan Garuda pada
2021 mendatang akan mencapai 50 persen dari pendapatan 2019,” harapnya.
Hingga kuartal III/2020, Garuda berhasil mencatatkan
pertumbuhan jumlah penumpang yang konsisten. Per akhir Oktober 2020, jumlah
penumpang Garuda telah naik mencapai 739 ribu penumpang. Peningkatan ini sangat
signifikan dibanding awal pandemi anyg hanya sekitar 30 ribu penumpang.
Berdasarkan catatan DJKN, terdapat empat BUMN yang
akan memperoleh PMN dengan skema bantuan langsung atau direct support dengan total dana mencapai Rp 15,5 triliun.
Sedangkan lima BUMN lainnya tercatat bakal memperoleh
pinjaman bersifat indirect support
atau tidak langsung. Pinjaman dikucurkan dengan skema special mission vehicle (SMV) dengan total pinjaman mencapai Rp
19,65 triliun.
Daftar empat BUMN yang
menerima suntikan modal dengan skema bantuan langsung atau direct
support:
– PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebesar Rp 4
triliun
– PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 7,5 triliun
– PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM
sebesar Rp 1,5 triliun
– PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau
ITDC sebesar Rp 500 miliar.
Daftar lima BUMN yang
memperoleh bantuan dengan skema indirect support atau tidak
langsung:
– PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. senilai Rp 8,5
triliun
– PT KAI (Persero) sebesar Rp 3,5 triliun
– PT PTPN (Persero) senilai Rp 4 triliun
– PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. sebesar Rp 3 triliun
– Perum Perumnas sebanyak Rp 650 miliar.




