Senin, Januari 26, 2026

Gelombang kedua, jumlah peserta BI-FAST bertambah jadi 22

Must Read

Moneter
Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah peserta BI-FAST bertambah menjadi 22, yang
terdiri dari 21 bank dan 1 lembaga nonbank yang masuk sebagai peserta gelombang
ke-2.

BI-FAST merupakan infrastruktur sistem pembayaran yang
disediakan bank sentral yang dapat diakses melalui aplikasi yang disediakan
industri sistem pembayaran dalam memfasilitasi transaksi pembayaran ritel bagi
masyarakat.

“Penambahan peserta tersebut merupakan komitmen Bank
Indonesia (BI) dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan
nasional melalui perluasan peserta fast
payment
BI, yaitu BI-FAST,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen
Komunikasi BI Erwin Haryono, Senin (31/1/2022).

Katanya, untuk implementasi BI-FAST oleh peserta
kepada nasabahnya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan strategi dan
rencana peserta dalam mempersiapkan kanal pembayaran bagi nasabah
masing-masing.

“Pada gelombang ke-2 ini terdapat satu peserta nonbank
yang mengimplementasikan BI-FAST yaitu PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia
(KSEI), sehingga BI FAST akan dapat mendukung digitalisasi transaksi di pasar
modal,” ucapnya.

Selanjutnya, dengan total peserta BI-FAST yang telah
mencapai 43 peserta tersebut, termasuk peserta BI-FAST gelombang pertama, telah
mewakili 81,45 persen dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional.

Selanjutnya ke depan layanan BI-FAST akan terus
diperluas secara bertahap mencakup layanan bulk
credit
, direct debit, dan request for payment.

BI mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh
Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk dapat memanfaatkan infrastruktur BI-FAST
yang akan menjadi tulang punggung infrastruktur sistem pembayaran ritel masa
depan, mengakselerasi pembayaran menggunakan berbagai instrumen dan kanal
secara real time, aman, mudah, dan
beroperasi 24 jam dalam tujuh hari.

Implementasi BI-FAST bertujuan mewujudkan terciptanya
layanan sistem pembayaran yang Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Andal),
untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan, serta inklusi
ekonomi dan keuangan.

“Bank sentral akan terus memperkuat sinergi kebijakan
dan implementasi BI-FAST dengan pelaku industri, dalam rangka mengintegrasikan
Ekonomi Keuangan Digital (EKD) nasional,” papar Erwin.

“Diharapkan, dengan adanya BI-FAST pelaku industri
akan terus berinovasi dengan mengoptimalkan nilai tambah dari layanan BI-FAST
yang consumer centric, untuk
meningkatkan inklusi keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi melalui
efisiensi transaksi,” tungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img