Moneter.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mendapatkan alokasi dana kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun 2017 sebesar Rp1 triliun yang akan didistribusikan ke sektor pangan.
Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengatakan untuk menggenjot sektor usaha kecil menengah, perseroan memiliki program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT). “Kredit pangan disalurkan melalui KUR,” katanya beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, sebagai langkah mitigasi risiko, perseroan akan melakukan penyaringan atas calon debiturnya. Di samping itu, perseroan juga bakal melakukan pendampingan terhadap UKM penerima kredit.
Hal itu dilakukan untuk menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) BJB tetap rendah. Sebagai catatan, sepanjang tahun 2016 penyaluran kredit BJB mencapai Rp63,1 triliun. Dari jumlah tersebut sebanyak 70% dihasilkan dari kredit konsumer atau sekitar Rp44,2 triliun.
Kemudian di sektor komersial, sebaran kredit BJB mencapai Rp10,8 triliun atau sekitar 17,11% dari total portofolio. Sementara untuk KPR dan mikro, distribusi kreditnya masing-masing mencapai Rp4,5 triliun dan Rp3,5 triliun.
Rep.Hap




