Kamis, Maret 12, 2026

GMF Alokasikan USD50 Juta Lebih untuk Capex 2019

Must Read

Moneter.id – PT Garuda
Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) menganggarkan belanja modal (
capital expenditure/capex) lebih dari
US$ 50 juta pada 2019 ini.

”Untuk capex
sebenarnya masih dalam perhitungan karena kita masih ada intens dengan pemegang
saham, tapi yang pasti itu di atas US$ 50 juta,” kata Iwan Joeniarto,
Direktur Utama GMFI di Jakarta belum lama ini.

Iwan menjelaskan, dana
capex tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan kapabilitas,
peremajaan dan untuk memulai proses pembangunan hangar baru. Disampaikannya,
sekitar 50% untuk kapabilitas karena akan ada penambahan alat-alat perawatan,
dan sisanya untuk peremajaan dan untuk pembangunan hangar baru.

Untuk
pembangunan hangar baru, kata Iwan diharapkan bisa mulai peletakan batu pertama
atau groundbreaking pada semester II tahun ini. “Lokasinya antara Bintan
atau Batam, belum dipastikan dan patner juga belum namun yang pasti akan mulai
pelatakan batu pertama itu di semester II,” ujarnya.

Sementara sumber dana capex,
lanjut Iwan diharapkan dari lembaga keuangan dalam negeri maupun luar negeri.
Kemudian guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan, emiten
perawatan pesawat ini menjalin kerja sama dengan PT Indopelita Aircraft
Services (IAS) dalam perawatan pesawat dan industrial services.

Kerja sama
ini dituangkan dalam head of agreement yang ditandatangani oleh kedua belah
pihak di Hangar 4 GMF Cengkareng pada Rabu (9/1).

Menurut Iwan, kerja sama
ini diharapkan akan meningkatkan kapabilitas dan meningkatkan pangsa pasar GMF.

“Melalui
kerjasama ini banyak keuntungan yang bisa didapatkan di antaranya dalam waktu
dekat kapasitas kami bisa nambah, pendapatan akan naik dan kemudian kami juga
akan dapat pasar tambahan dimana dalan waktu 1-2 tahun diharapkan naik 20% dari
sebelumnya 50% menjadi 70%,” ujarnya.

Iwan menambahkan, kerja
sama sama ini akan berlangsung selama 10 tahun dan untuk tahap awal akan ada
pemanfaatan fasilitas hangar, menaikkan kompetensi, meningkatkan kapabilitas
salah satunya penambahan alat.

“Kami
tahu IAS punya fasilitas hangar dan itu bisa kami manfaatkan untuk menampung
kapasitas perawatan yang terus meningkat sementara untuk kompetensi kami akan
beri training, latihan singkat,” ungkapnya.

Selain itu, untuk
kompetensi juga akan ada peningkatan kualitas standart praktis maupun
penambahan alat. Sementara untuk peningkatan kapasitas industrial services, GMF
dan IAS juga akan mengembangkan workshop industrial gas turbine engine (IGTE)
milik GMF.

“IGTE
ini memiliki pasar yang cukup menjanjikan dan untuk permulaan kami akan garap
IGTE milik induk usaha IAS,” pungkas Iwan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img