Moneter.id – Grab
mengklaim layanan GrabFood segera menguasai 50 pangsa pasar platform pesan antar makanan dan
terbesar di Tanah Air pada akhir kuartal III/2019.
“Angka
tersebut naik dari 15 persen sejak satu tahun yang lalu dan akan segera menjadi
platform pesan antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal
ini,” kata Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata akhir
pekan lalu.
Diluncurkan
dalam versi beta pada 2016, GrabFood telah berkembang dari satu negara dan dua
kota pada Januari 2018, menjadi 221 kota di enam negara saat ini dan merupakan
satu-satunya pemain regional yang menyediakan layanan pesan-antar makanan di
seluruh Asia Tenggara.
Saat ini
layanan GrabFood tersedia di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina,
Thailand, dan Vietnam.
Menurut
penelitian Kantar, saat ini perusahaan transportasi online (ride-hailing) ini menjadi platform pesan
antar makanan pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Kantar juga menyebut
GrabFood sebagai platform pesan antar makanan yang paling sering digunakan di
Indonesia.
Menurut
data yang dihimpun Kantar pada kuartal II/2019 (April-Juni), tercatat sebanyak
57% orang Indonesia mengatakan GrabFood adalah platform pesan antar makanan yang paling sering mereka gunakan,
diikuti oleh merek pesaing lainnya sebesar 42%.
Pertumbuhan
pesat GrabFood juga didukung oleh pertumbuhan pesat dari kota-kota besar di
luar Jakarta seperti Surabaya, Medan, dan Bandung. “Pesatnya pertumbuhan
GrabFood di Indonesia dapat dikaitkan dengan kehadiran berbagai merchant restoran cepat saji dan
berbagai pilihan makanan lokal,” pungkas Ridzki.




