Moneter.co.id – Harga daging ayam di Kota Bandung
mencapai Rp.40.000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp.32.000 per
kilogram. Harga tersebut telah turun dibandingkan beberapa hari sebelumnya sebesar
Rp 45.000.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Eric M. Attaurik,
mengatakan kenaikan harga ayam disebabkan disebabkan makin tingginya biaya
pokok produksi di tingkat peternak.
“Ada suasana berkaitan dengan kenaikan harga dolar otomatis berpengaruh
terhadap harga pakan dan juga DOC (Day Of Chicken) yang memang masih sangat
berpengaruh terhadap dolar. Sehingga hal itu, dampaknya adanya kenaikan dari
harga peternak,” ujar Eric di Bandung, Selasa (22/05).
Eric mengatakan, meski tergolong masih tinggi, namun harga Rp.40.000 per
kilogram tersebut mengalami penurunan jika dibanding beberapa hari kebelakang
yang mencapai Rp.42.000 hingga Rp.45.000 per kilo.
“Kenaikan ini bukan karena spekulan, kami belum menerima informasi dari
satgas pangan, yang jelas mereka melakukan pemantauan,” ucapnya.
Menurutnya, kebutuhan daging ayam di Kota Bandung mencapai 800 ribu ekor per
hari, dengan rincian 600 ribu ekor ayam boiler dan sisanya 200 ribu ekor ayam
pejantan.
Pemkot memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap harga daging ayam.
Ia berharap tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menahan barang dan
menaikkan harga untuk mencari keuntungan lebih.
“Kita akan tetap koordinasi dengan Satgas Pangan agar diteliti titik mana
yang mengambil keuntungan besar. Kalau ditemukan kita putus mata
rantainya,” kata dia.
Untuk harga komoditas yang lain, kata dia, seperti beras, daging sapi, minyak
goreng, dan telur relatif stabil, selain itu pasokannya pun aman. Adapun, yang
masih naik adalah bawang putih dan cabai rawit.
“Lebih sifatnya moda transportasi karena kemaren libur panjang. Distribusi
agak terhambat, diposisi weekend terhambat namun ke depannya mudah-mudahan
stabil,” tungkasnya.
(HAP)




