MONETER
– PT Bank Resona Perdania (BRP) mencatatkan
peningkatan modal inti sebesar Rp3 triliun per tanggal 29 Juni 2022. “Jadi
modal inti Bank pada tahun 2022 menjadi lebih dari Rp5 triliun,” kata President Director PT Bank Resona Perdania, Ichiro
Hiramatsu, Senin (4/7/2022).
Jelasnya, upaya peningkatan modal inti tersebut sekaligus untuk mendukung
pertumbuhan usaha Bank melalui ekspansi kredit, khususnya pada segmen nasabah
lokal sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.
“Dalam kondisi yang menantang akibat masih berlanjutnya dampak pandemi
Covid-19, Bank secara konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada para
nasabah dan tetap berupaya mencapai target yang telah ditetapkan melalui
strategi pengelolaan kualitas aset produktif, pengelolaan sumber pendanaan dan
efisiensi biaya operasional,” ucapnya.
Bank Resona Perdania merupakan bank
joint venture pertama di Indonesia yang beroperasi sejak 1 Februari 1958.
Bank ini merupakan bukti nyata usaha Indonesia dan Jepang dalam meningkatkan
kerja sama ekonomi, khususnya di sektor perbankan.
Adapun pemegang saham pengendali berasal dari 2 bank Jepang, yaitu Resona
Bank, Ltd. dan The Bank of Yokohama, Ltd. Lebih lanjut, bank ini memiliki
produk dan layanan solusi keuangan yang beragam, antara lain penyaluran kredit,
pendanaan, treasury, impor, ekspor, bank garansi, dan kegiatan transaksi
perbankan lainnya.
Pada Februari 1969, Bank resmi beroperasi sebagai bank devisa. Bank telah
mengalami beberapa kali pergantian nama, pada tahun 1994, Bank Perdania berubah
menjadi Daiwa Perdania Bank. Pada tahun 1999, Bank kembali mengganti nama
menjadi Bank Daiwa Perdania.
Lalu, pada tahun 2003 berganti nama menjadi Bank Resona Perdania
(selanjutnya disebut Bank) hingga kini. Bank memiliki produk dan layanan solusi
keuangan yang beragam antara lain penyaluran kredit, pendanaan, treasury,
impor, ekspor, bank garansi dan kegiatan transaksi perbankan lainnya.




