Hotel Indonesia Kempinski Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-64 melalui perayaan bertajuk ‘Ādi-Kartā’, yang digelar pada Rabu, 5 Agustus 2026. Mengusung tema yang berarti “Pertama” atau “Arsitek Utama” dalam bahasa Sanskerta, perayaan ini menjadi penghormatan terhadap Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, serta visi besarnya dalam membangun Hotel Indonesia sebagai simbol kebanggaan dan identitas Indonesia.
Sekitar 100 tamu undangan hadir dalam acara yang berlangsung di lobi hotel. Salah satu agenda utama adalah pembukaan pameran seni ‘The Founders: A Legacy Beyond Time’, hasil kolaborasi Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dengan Neo Gallery dan dikuratori oleh Hendra Himawan. Pameran tersebut menghadirkan karya sejumlah maestro seni rupa dari era Sukarno yang ikut membentuk identitas visual Indonesia.
Deretan seniman yang karyanya ditampilkan antara lain S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Lee Man Fong, Dullah, Wakidi, dan R.M. Pirngadie. Sementara itu, Nirwana Lounge menghadirkan karya seniman kontemporer M. Ghoni dan Haidar Ammar, memberikan gambaran mengenai perkembangan seni Indonesia dari masa lalu hingga masa kini.
Salah satu sorotan utama acara adalah kesempatan untuk melihat secara eksklusif kompilasi langka karya Lee Man Fong dari 1964 yang mendokumentasikan koleksi seni pribadi Sukarno. Koleksi tersebut berasal dari koleksi Troy Fridatama dan ditampilkan di area lobi serta The Executive Lounge.
Kurator pameran, Hendra Himawan, mengatakan ‘The Founders: A Legacy Beyond Time’ tidak hanya menampilkan karya para maestro seni rupa Indonesia, tetapi juga mengajak pengunjung memahami bagaimana para seniman tersebut turut membentuk cara bangsa melihat dirinya sendiri.
Menurut Hendra, karya-karya para perintis seni rupa Indonesia menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas visual bangsa. Setiap karya yang ditampilkan menjadi bagian dari sejarah visual yang hingga kini masih berkontribusi terhadap memori kolektif masyarakat Indonesia.
Hidupkan Kembali Nostalgia Si Unyil
Tidak hanya seni rupa, perayaan HUT ke-64 Hotel Indonesia Kempinski Jakarta juga menghadirkan pengalaman lintas generasi melalui kolaborasi dengan Produksi Film Negara (PFN) dan Museum Gubug Wayang Mojokerto. Kolaborasi tersebut menghadirkan kembali Si Unyil, ikon budaya populer Indonesia yang dikenal luas sejak era 1980-an.
Kehadiran Si Unyil dikemas dalam berbagai aktivitas interaktif. Mulai dari kampanye media sosial, sesi meet-and-greet bersama maskot saat brunch akhir pekan di Signatures Restaurant, pastry edisi terbatas di Kempi Deli, hingga kartu Flazz edisi khusus.
Hotel Indonesia Kempinski Jakarta juga menghadirkan holiday passport untuk anak-anak yang berisi 64-item family treasure hunt. Sepanjang Agustus, keluarga diajak mengeksplorasi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan sejarah, seni, kuliner, dan warisan budaya.
General Manager Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Petra Baumann, mengatakan tema Ādi-Kartā menjadi bentuk penghormatan kepada Sukarno sebagai sosok visioner yang tidak hanya meninggalkan warisan politik, tetapi juga memiliki perhatian besar terhadap seni, budaya, arsitektur, dan citra Indonesia.
“Presiden Sukarno adalah seorang visioner yang ingin menampilkan keindahan, budaya, dan modernitas Indonesia melalui seni visual. Semangat tersebut menjadi sumber inspirasi yang layak dihormati lintas generasi,” ujar Petra.
Menurutnya, menjaga nostalgia sekaligus menciptakan pengalaman yang dapat dinikmati berbagai generasi menjadi bagian penting dari identitas Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Karena itu, kehadiran kembali Si Unyil diharapkan dapat membantu generasi muda mengenal karakter budaya yang telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia.
Perayaan Berlanjut Sepanjang Agustus
Rangkaian Ādi-Kartā dan pameran ‘The Founders: A Legacy Beyond Time’ akan berlangsung sepanjang Agustus 2026. Para tamu dapat menikmati perjalanan kuliner yang terinspirasi dari hidangan favorit Presiden Sukarno, mengikuti sesi Si Unyil meet-and-greet saat brunch akhir pekan, serta menemukan berbagai memorabilia khusus perayaan HUT ke-64.
Sejumlah memorabilia yang tersedia di antaranya 100 kartu Flazz edisi terbatas Petualangan Si Unyil serta 64 paket koleksi Iwak Arumery Origine berusia lima tahun. Setiap paket koleksi tersebut dilengkapi dengan Certificate of Authenticity.




