Senin, Januari 26, 2026

IDAI: Difteri Menular, Imunisasi Cara Terbaik

Must Read

Moneter.co.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan penyakit difteri dapat
dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau IDAI.

Berdasarkan laman resmi IDAI yang dikutip, Minggu (10/12),
penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Imunisasi
adalah perlindungan terbaik terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri,
yang dapat diperoleh dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah
maupun swasta.

Baca juga: Oktober-November2017, 11 Provinsi Laporkan KLB Difteri

Pada anak usia kurang dari setahun, imunisasi difteri dilakukan sebanyak
tiga kali. Sedangkan anak usia setahun hingga lima tahun harus mendapat
imunisasi ulangan sebanyak dua kali.

Anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui
program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Siswa SD mendapatkan imunisasi
saat kelas I, II, III atau V.

Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun,
termasuk terhadap orang dewasa. Apabila status imunisasi belum lengkap, IDAI
menyarankan masyarakat untuk segera melakukan imunisasi di fasilitas kesehatan
terdekat.

Sebelumnya, Kemenkes menyatakan setidaknya sudah ada 11
provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat difteri di sejumlah
kabupaten/kota pada kurun waktu Oktober-November 2017.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes
Oscar Primadi dalam keterangan mengatakan 11 provinsi itu adalah Sumatera
Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur,
Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri
Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada
anak-anak. 

Difteri memiliki masa inkubasi dua hari hingga lima hari dan
akan menular selama dua minggu hingga empat minggu. Penyakit itu sangat menular
dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.

Gejala awal difteri bisa tidak spesifik seperti demam tidak
tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan, sekret
hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah.

Namun, difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih
keabu-abuan di tenggorokan atau hidung yang dilanjutkan dengan pembengkakan
leher atau disebut dengan bull neck.
(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img