Minggu, Maret 1, 2026

Ikut CAEXPO 2018, Kemendag Tingkatkan Akses Ekspor ke China

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus menggencarkan
penetrasi pasar ekspor di kawasan China. Salah satunya dengan mengikuti pameran
bertaraf internasional “The 15th China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2018” di
International Convention and Exhibition, Nanning, China pada 12—15 September
2018.

“Keikutsertaan Kemendag pada CAEXPO merupakan salah
satu upaya peningkatan akses pasar ke China sebagai negara tujuan ekspor.
Partisipasi rutin Indonesia dalam CAEXPO menjadi komitmen kami untuk menjalin
kerja sama perdagangan dengan China dan negara ASEAN lainnya,” ujar Direktur
Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Arlinda.

Pada pameran yang mengusung tema “Jointly Building
The 21st Century Maritime Silk Road, Forging A China-ASEAN Community of
Innovation” ini, Indonesia menghadirkan dua paviliun, yaitu Paviliun
Komoditi dan Paviliun Nasional (City of Charm).

“Kami mengajak seluruh pengunjung pameran CAEXPO untuk
mengenal Indonesia lebih dekat dengan mengunjungi kedua paviliun Indonesia”
ungkap Arlinda disiaran pers yang diterima MONETER.id,
Rabu (12/9).

Sebelumnya, pada CAEXPO 2017, Indonesia berhasil mencatat
transaksi senilai USD 2,61 juta. Pameran diikuti oleh 52 orang dan dikunjungi
lebih dari 20.000 orang. Sedangkan pada tahun 2014, Indonesia berhasil mencapai
puncak keberhasilan dengan transaksi yang tercatat senilai USD 6,5 juta.

“Perolehan transaksi yang berhasil dicapai Indonesia
pada 10 tahun terakhir cukup fluktuatif dengan tren kenaikan sebesar 22% setiap
tahunnya,” imbuh Arlinda.

Selain itu, selama pameran berlangsung, perusahaan
Indonesia, Pacific Construction Group juga akan menandatangani nota kerja sama
(MoC) dengan perusahaan asal China, Famindo International Sentral Teknologi.

Perusahaan China ini bergerak di bidang konstruksi
seperti pembangunan konstruksi di kawasan industri, pembangkit listrik tenaga
uap, pelabuhan air dalam, dan fasilitas terkait perumahan.

Sekedar informasi, nilai perdagangan Indonesia-China
hingga Juni 2018 mencapai USD 34,05 miliar dengan nilai ekspor sebesar USD
13,35 miliar dan impor senilai USD 20,70 miliar. Sementara itu, total
perdagangan IndonesiaChina pada 2017 tercatat sebesar USD 58,85 miliar.
Indonesia mengalami neraca perdagangan yang defisit dengan China yang hampir
seluruhnya berasal dari sektor nonmigas sebesar USD 12,68 miliar.

Untuk ekspor nonmigas Indonesia ke China tercatat
sejumlah USD 21,35 miliar, sedangkan impor nonmigas Indonesia dari China
tercatat senilai USD 35,51 miliar. Adapun perkembangan ekspor nonmigas
Indonesia ke China tahun 2013—2017 tercatat turun 0,78%.

China merupakan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar
bagi Indonesia pada tahun 2017. China juga merupakan investor terbesar ke-3 di
Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD 3,36 miliar. Produk ekspor
nonmigas utama Indonesia ke China antara lain batu bara, minyak kelapa sawit,
olahan serbuk kayu, dan tembaga. Sedangkan untuk produk impor nonmigas terbesar
dari China antara lain komponen telepon; mesin pengolahan data otomatis digital
dalam bentuk portable; serta komponen yang digunakan untuk transmisi radio, radar,
radio navigasi, dan modem untuk televisi.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img