Moneter.id – Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg bersama
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin dan Konsulat Jenderal Republik
Indonesia (KJRI) Hamburg kembali berpartisipasi pada pameran Coffee, Tea, and
Cocoa (COTECA) 2018 di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman pada 10—12 Oktober 2018. Pada keikutsertaan yang kelima kalinya ini, Indonesia
meraih transaksi potensial sebesar USD 14,6 juta.
Kepala ITPC Hamburg Risnawaty mengatakan, Paviliun
Indonesia dikunjungi sekitar 500 pengunjung yang berasal dari 36 negara.
“Banyaknya pengunjung dan permintaan prospektif Ini
membuktikan kemampuan Indonesia sebagai salah satu penghasil serta pengekspor
produk pertanian kopi, teh, dan kakao yang digemari pasar Jerman khususnya dan
pasar Eropa umumnya,” ungkap Risnawaty disiaran persnya, Jumat (19/10).
Paviliun Indonesia berdiri di atas lahan seluas 91 m² dan
mengangkat tema “Trade with Remarkable Indonesia dan Remarkable Indonesian
Coffee” dengan menampilkan produk kopi, kakao, teh, dan produk organik dengan
jumlah peserta sebanyak tujuh perusahaan, yaitu PT Shriya Artha Nusantara, PT
Perkebunan Nusantara VIII, Mutigo, DPKUKM Kabupaten Cilacap, PT Cahaya Anugerah
Pertiwi, PT Mitra Kerinci, dan Intana Grafinusa.
Produk kopi khas Indonesia yang ditampilkan di antaranya
adalah kopi arabica bogor, arabica gayo, arabica garut, arabica toraja, arabica
bajawa, arabica mamasa, arabica bajawa, arabica prau, robusta bogor, robusta
cilacap, dan robusta temanggung.
Sedangkan untuk produk teh, Paviliun Indonesia
menampilkan berbagai macam jenis teh seperti teh hitam, teh hijau, dan teh
putih. Selain itu, ditampilkan juga teh yang diracik dengan tanaman lain
seperti teh pandan, teh jahe, cranberry sunrise, serta everyday detox.
Selain pameran, Paviliun Indonesia juga mengadakan
kegiatan cicip kopi dan cicip teh selama pameran berlangsung. Pada acara
tersebut, pengunjung yang datang ke pameran antusias untuk mencoba produk teh
dan kopi dari Indonesia.
“Diharapkan melalui pameran COTECA ini produk kopi, teh,
dan kakao Indonesia semakin dikenal dan digemari masyarakat Uni Eropa,
khususnya Jerman sehingga dapat meningkatkan ekspor produk tersebut,“ pungkas
Risnawaty.
(TOP)




